Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Gandeng UGM: Perkuat SDM

Sinergi ini diarahkan mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan SDM, riset terapan serta pengembangan sektor-sektor strategis di Maluku Utara

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
KERJA SAMA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Kadikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah usai melakukan MoU dengan UGM. 

Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi
2. Kolaborasi yang dimaksud menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing
3. Penegasan itu disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Maluku Utara dan Universitas Gadjah Mada (UGM)

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Penegasan itu disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Maluku Utara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar di Kampus UGM, Jumat (9/1/2026) kemarin.

MoU tersebut ditandatangani langsung Gubernur Maluku Utara Sherly Laos bersama Rektor UGM, Ova Emilia, sebagai langkah konkret memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sinergi ini diarahkan untuk mendukung pembangunan daerah berbasis penguatan SDM, riset terapan serta pengembangan sektor-sektor strategis di Maluku Utara.

Baca juga: Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Bakal Direnovasi

Menurut Sherly Laos, UGM sebagai mitra strategis dalam akselerasi pembangunan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM lokal agar mampu berperan lebih besar di tengah laju pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang kian pesat.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini tercatat sebagai yang tertinggi secara nasional, mencapai sekitar 39 persen, namun dampaknya belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

"Pertumbuhan ini harus dibarengi kesiapan SDM lokal. Kawasan industri di Halmahera Tengah menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, tetapi tenaga kerja lokal baru sekitar 30 ribu orang. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus kita jawab bersama, "ujar Sherly Laos.

KERJA SAMA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Kadikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah usai melakukan MoU dengan UGM.
KERJA SAMA: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Kadikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah usai melakukan MoU dengan UGM. (Istimewa)

Menurutnya, kolaborasi dengan UGM menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, khususnya untuk mendukung agenda hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai kendaraan listrik.

Maluku Utara diketahui menyumbang sekitar 50 persen produksi nikel nasional, sementara Indonesia memasok sekitar 40 persen kebutuhan nikel dunia.

"Kami ingin membangun ekosistem pendidikan dan riset bersama UGM agar potensi besar ini dikelola secara berkelanjutan dan memberi nilai tambah nyata bagi daerah, "tegasnya.

Selain sektor industri, Gubernur Sherly juga menyoroti tingginya ketergantungan Maluku Utara terhadap pasokan pangan dari luar daerah yang masih mencapai sekitar 80 persen, terutama untuk memenuhi kebutuhan kawasan industri.

Ia menilai sektor pertanian, perikanan, dan UMKM lokal memiliki peluang besar untuk terlibat sebagai pemasok utama kebutuhan pangan.

"Kami ingin petani dan nelayan lokal ikut terlibat, sehingga perputaran ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku Utara, "ucapnya.

Sementara itu Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan bahwa UGM terus mengikuti perkembangan Maluku Utara dan telah lama terlibat melalui berbagai program pengabdian masyarakat, khususnya Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Baca juga: Balai Pengujian Disperindag Maluku Utara Berpotensi Sumbang PAD Puluhan Miliar

Saat ini, sebanyak 18 kelompok mahasiswa UGM menjalankan KKN di sejumlah wilayah Maluku Utara, antara lain Obi, Morotai Selatan, Pulau Kiri, dan Pulau Rau.

Menurut Ova, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran untuk membangun kepekaan sosial, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai insan terdidik.

UGM, lanjutnya, berkomitmen menjalankan kolaborasi yang merakyat, mandiri, dan berkelanjutan, sesuai dengan kebutuhan daerah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved