Pemprov Malut
Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta Bakal Direnovasi
Tahun ke tahun kondisi fisik bangunan kian memprihatinkan, seperti atap bocor, fasilitas sanitasi rusak hingga pengelolaan sampah yang tidak tertata
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Asrama yang berlokasi di kawasan Bausasran itu dinilai tidak layak huni dan membutuhkan renovasi menyeluruh
2. Asrama yang berdiri di atas lahan berukuran 30 x 12 meter tersebut memiliki enam kamar tidur, satu dapur dan satu ruang tamu
3. Saat ini bangunan itu dihuni 12 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Pelajar
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kepedulian Gubernur Maluku Utara Sherly Laos terhadap masa depan generasi muda kembali diwujudkan melalui perhatian serius terhadap kondisi Asrama Mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta.
Asrama yang berlokasi di kawasan Bausasran itu dinilai tidak layak huni dan membutuhkan renovasi menyeluruh.
Asrama yang berdiri di atas lahan berukuran 30 x 12 meter tersebut memiliki enam kamar tidur, satu dapur, dan satu ruang tamu.
Saat ini bangunan itu dihuni 12 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Kota Pelajar.
Baca juga: Balai Pengujian Disperindag Maluku Utara Berpotensi Sumbang PAD Puluhan Miliar
Namun, kondisi fisik bangunan kian memprihatinkan, mulai dari atap bocor, fasilitas sanitasi rusak, hingga pengelolaan sampah yang tidak tertata.
Kondisi tersebut terungkap saat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara Abubakar Abdullah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat (9/1/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Gubernur Maluku Utara Sherly Laos.
"Kunjungan ini adalah perintah langsung Ibu Gubernur untuk melihat secara nyata kondisi asrama mahasiswa Maluku Utara di Yogyakarta, "ujar Abubakar, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, kebocoran atap membuat mahasiswa harus berhadapan dengan genangan air setiap kali hujan turun.
Kondisi yang lebih mengkhawatirkan, fasilitas toilet asrama sudah tidak berfungsi sejak 2022.
"Untuk kebutuhan sanitasi, mahasiswa terpaksa menggunakan fasilitas umum seperti SPBU, kafe, atau masjid terdekat, "ungkapnya.
Masalah lain yang tak kalah serius adalah pengelolaan sampah. Ketiadaan tempat penampungan menyebabkan sampah rumah tangga menumpuk di area asrama.
Sementara itu, penghuni tidak diperkenankan membakar sampah dan harus menunggu pengangkutan, sehingga lingkungan asrama menjadi tidak sehat.
Seluruh temuan tersebut telah dilaporkan ke Gubernur. Menindaklanjuti laporan itu, Gubernur langsung memerintahkan koordinasi dengan dinas teknis terkait untuk menilai tingkat kerusakan bangunan sekaligus menghitung kebutuhan anggaran renovasi.
"Ibu Gubernur juga memberi perhatian khusus pada akses menuju kampus agar mobilitas mahasiswa lebih mudah dan aman, "kata Abubakar.
| Komisi V DPR RI Soroti Sejumlah Infrastruktur, di Antaranya Huntap Korban Banjir Bandang di Ternate |
|
|---|
| Komisi V DPR RI dan Pemprov Maluku Utara Bahas Konektivitas Pulau yang Masih Tertinggal |
|
|---|
| Hairiah: Semangat Raden Ajeng Kartini Relevan, Pendidikan Jadi Kunci Perempuan Maluku Utara |
|
|---|
| KPU Maluku Utara Berkantor di Sofifi, Sherly Laos: Ini Hari Bersejarah |
|
|---|
| Bappeda Maluku Utara Bedah Kinerja OPD, Rumuskan Strategi Baru untuk Percepatan Pembangunan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Mahasiswa-di-Asrama-Mahasiswa-Maluku-Utara-di-Yogyakarta.jpg)