Pemprov Malut
Garap PAD Perikanan, Pemprov Malut Fokus Budidaya dan Konservasi
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menggarap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dan kelautan
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
Provinsi Maluku Utara mulai menggarap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dan kelautan.
Asisten I Gubernur Maluku Utara, Kadri La Etje, mengatakan bahwa rapat tersebut digelar pada Sabtu 10 Januari 2026, pukul 08.00 hingga 18.00 WIT, atas undangan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe.
Komitmen ini ditandai dengan pelaksanaan rapat teknis maraton yang melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan balai perikanan kabupaten/kota se-Maluku Utara.
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menggarap potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan dan kelautan.
Komitmen ini ditandai dengan pelaksanaan rapat teknis maraton yang melibatkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan balai perikanan kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Asisten I Gubernur Maluku Utara, Kadri La Etje, mengatakan bahwa rapat tersebut digelar pada Sabtu 10 Januari 2026, pukul 08.00 hingga 18.00 WIT, atas undangan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe.
Baca juga: Kapolres Ternate : Pesta Tanpa Izin, Siap-Siap Dipidana
Rapat berlangsung di Hotel Krisant, Kota Ternate.
Rapat teknis ini dihadiri Wakil Gubernur, Asisten II Sri Hartati, serta Asisten III Sukur Lila, untuk membedah peluang dan strategi peningkatan PAD dari sektor perikanan.
“Seluruh UPTD dan balai perikanan kabupaten/kota kami libatkan untuk memetakan potensi riil yang bisa dikembangkan sebagai sumber pendapatan daerah,” ujar Kadri.
Dalam forum tersebut, hadir delapan UPTD Perikanan Tangkap, yakni UPT Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Halmahera Utara, Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, dan Pulau Morotai.
Turut hadir UPT Budidaya Perikanan Halmahera Barat, UPT Budidaya Perikanan Halmahera Selatan, UPT Pengembangan Daya Saing dan Mutu Hasil Perikanan (BPMHP) Kota Ternate, BP2OK Kota Ternate, serta satu balai konservasi.
Secara keseluruhan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara memiliki 14 UPTD yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara teknis, sebagai penopang PAD daerah di bawah kepemimpinan Sherly Laos dan Sarbin Sehe.
Kadri mengungkapkan, hasil analisis Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, bersama para asisten menunjukkan peluang PAD sektor perikanan yang sangat signifikan, terutama jika sistem, tata kelola, dan pemanfaatan aset dibenah.
“Untuk sembilan UPTD perikanan tangkap, diperlukan perbaikan sistem cold chain, optimalisasi retribusi sarana dan prasarana, penataan retribusi tambat labuh kapal di bawah 30 GT, serta penguatan retribusi penanganan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI),” jelasnya.
Tak hanya perikanan tangkap, sektor budidaya perikanan juga diproyeksikan menjadi sumber PAD potensial.
| Ungkap Fakta Tutupan Hutan di Malut, Basyuni Thahir: Pinjam Pakai Tak Selalu Merusak Permanen |
|
|---|
| Sinergi Pusat-Daerah: Menpora dan Gubernur Maluku Utara Fokus Bangun Prestasi Olahraga |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Penanganan Dampak Bencana di Sektor Pendidikan |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Dorong Kehadiran PTUN di Sofifi, Dekatkan Akses Keadilan bagi Masyarakat |
|
|---|
| Kolaborasi Maluku Utara dan Korea Selatan: Dorong Industri Berkelanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Rapat-2.jpg)