Pemprov Malut
Peluang Kerja Global Terbuka Lebar, Putra-Putri Maluku Utara Disiapkan ke Luar Negeri
Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus membuka jalan bagi putra-putri daerah untuk menembus pasar kerja internasional
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI- Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus membuka jalan bagi putra-putri daerah untuk menembus pasar kerja internasional.
Melalui program penyiapan dan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri, peluang kerja global kini kian terbuka lebar bagi masyarakat Maluku Utara.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri, menyampaikan bahwa langkah ini sejalan dengan visi besar Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten dan mampu bersaing di kancah global.
Baca juga: Ramalan Shio Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci Besok Rabu 14 Januari 2026: Cinta, Karier, Nomor Hoki
Keseriusan tersebut terlihat dari pertemuan Sherly Laos dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Jakarta. Dalam pertemuan itu terungkap fakta bahwa kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri mencapai sekitar 500 ribu orang, sebuah peluang besar yang ingin dimanfaatkan Maluku Utara.
Menurut Marwan, pertemuan tersebut membawa angin segar bagi daerah, terutama dalam hal dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.
“Ibu Gubernur menyampaikan sejumlah gagasan terkait Maluku Utara dan mendapat respons positif dari Pak Menteri. Pada tahun 2026 ini, Maluku Utara mendapat porsi pembiayaan yang cukup besar untuk pengiriman tenaga kerja ke luar negeri,” ujar Marwan di Sofifi, Senin (12/1/2026).
Program ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan BP3MI Manado yang membawahi wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Dari 80 peserta yang mengikuti pelatihan, dua orang telah dinyatakan lolos dan siap diberangkatkan ke luar negeri.
Meski demikian, Marwan menegaskan bahwa tidak semua peserta dapat langsung diberangkatkan karena proses seleksi harus menyesuaikan dengan standar dan kebutuhan negara tujuan.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Raya Januari 2026, Rute Lengkap Voyage 02.2026
“Kita harus mengikuti kepentingan dan persyaratan negara tujuan. Setiap negara memiliki standar yang berbeda. Peserta yang telah mengikuti pelatihan saat ini masih dalam tahap persiapan dan menunggu penempatan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi tenaga kerja bukanlah proses instan. Dibutuhkan waktu, pelatihan berkelanjutan, serta pendampingan yang serius.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kata Marwan, berkomitmen memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal, terlebih setelah daerah ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat pasca pertemuan Gubernur dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. (*)
| Maluku Utara Jadi Lokus Policy Sandbox Penguatan Pers dan Media BEJO’S |
|
|---|
| Sekda Malut: PKA Harus Hasilkan Dampak Nyata, Bukan Sekadar Dokumen |
|
|---|
| Pemprov Maluku Utara Percepat Digitalisasi Keuangan, KKPD Jadi Andalan Tingkatkan Transparansi |
|
|---|
| DBH hingga Tanggung Jawab Lingkungan di Maluku Utara Jadi Sorotan BAM DPR RI |
|
|---|
| Gubernur Malut Ganti Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Rosita Alkatiri Jadi Plt |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Kantor-Gubernur-Malut-di-ibukota-Sofifi.jpg)