Pemprov Malut
Cuaca Ekstrem, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Ingatkan Risiko Perjalanan Laut
Masyarakat Maluku Utara diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung 12 s/d 18 Januari 2026
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Masyarakat Maluku Utara diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung 12 s/d 18 Januari 2026
2. Kondisi cuaca tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama perjalanan dan transportasi laut
3. Imbauan ini merujuk pada rilis resmi BMKG melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung 12 s/d 18 Januari 2026.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama perjalanan dan transportasi laut.
Imbauan ini merujuk pada rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate.
Dalam prakiraannya, BMKG memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Maluku Utara.
Baca juga: Ketua PN Ternate Meninggal, Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Sampaikan Belasungkawa
Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak lanjutan, seperti banjir dan banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, hingga menurunnya jarak pandang.
Situasi ini dinilai dapat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya aktivitas pelayaran dan penyeberangan laut.
Peringatan ini semakin relevan setelah terjadinya insiden pelayaran di wilayah Pulau Taliabu, Selasa (13/1/2026).
Sebuah kapal pengangkut kopra dilaporkan kandas dan terbalik di perairan Pancoran, Pulau Kano.
Beruntung, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.
Menanggapi kejadian tersebut, Sherly Laos mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan apabila tidak bersifat mendesak, terutama perjalanan melalui jalur laut.
Para nelayan juga diminta tidak memaksakan diri melaut saat cuaca memburuk serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berangkat.
"Jika tidak ada keperluan mendesak, diharapkan untuk menunda perjalanan laut, "ujar sang Gubernur, Rabu (14/1/2026) dalam siaran pers tertulis via hendpon yang diterima Tribunternate.com.
"Terus pantau kondisi cuaca hingga benar-benar aman untuk menyeberang, "sambungnya.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Serius Tata Masa Depan Industri
Selain itu, operator kapal rakyat dan para nahkoda diingatkan agar memastikan kelaikan kapal, kondisi mesin, serta perlengkapan keselamatan sebelum berlayar.
Informasi cuaca resmi dari BMKG juga harus menjadi acuan utama dalam pengambilan keputusan pelayaran.
Ia pun turut mengajak masyarakat untuk aktif memantau pembaruan informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat selama periode potensi cuaca ekstrem, demi meminimalkan risiko dan menjaga keselamatan bersama. (*)
| Pemprov Maluku Utara Serius Tata Masa Depan Industri |
|
|---|
| Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe Turun Langsung Pantau Banjir di Halmahera Barat |
|
|---|
| Sherly Laos Hadiri Peresmian Nasional 166 Sekolah Rakyat, Komitmen Bangun SDM Maluku Utara |
|
|---|
| Jelang Pengukuhan Kepala BI Baru, Pemprov Maluku Utara Tekankan Sinergi Ekonomi |
|
|---|
| Peluang Kerja Global Terbuka Lebar, Putra-Putri Maluku Utara Disiapkan ke Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Cuaca-ekstrem-Gubernur-Maluku-Utara-ingatkan-eisiko-perjalanan-laut.jpg)