Data BPS
Data BPS 2025: Pertanian Masih Jadi Tulang Punggung 830 Desa di Maluku Utara
BPS Provinsi Maluku Utara mencatat, sebagian besar desa dan kelurahan di Maluku Utara masih menggantungkan sumber penghasilan utama yakni pertanian
Ringkasan Berita:
- BPS Provinsi Maluku Utara mencatat, sebagian besar desa dan kelurahan di Maluku Utara masih menggantungkan sumber penghasilan utama penduduknya pada sektor pertanian.
- Data tersebut tertuang dalam publikasi Statistik Potensi Desa Provinsi Maluku Utara 2025 yang dirilis pada 31 Desember 2025.
- Dalam publikasi tersebut, dari total 1.209 desa dan kelurahan di Maluku Utara, sebanyak 830 desa/kelurahan menjadikan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan utama penduduk.
TRIBUNTERNATE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat, sebagian besar desa dan kelurahan di Maluku Utara masih menggantungkan sumber penghasilan utama penduduknya pada sektor pertanian.
Data tersebut tertuang dalam publikasi Statistik Potensi Desa Provinsi Maluku Utara 2025 yang dirilis pada 31 Desember 2025.
Dalam publikasi tersebut, dari total 1.209 desa dan kelurahan di Maluku Utara, sebanyak 830 desa/kelurahan menjadikan sektor pertanian sebagai sumber penghasilan utama penduduk. Sementara itu, 275 desa/kelurahan bergantung pada sektor industri, dan 104 desa/kelurahan pada sektor jasa.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Februari 2026, Rute Lengkap hingga Akhir Bulan
Kabupaten Halmahera Utara tercatat sebagai daerah dengan jumlah desa berbasis pertanian terbanyak, yakni 183 desa, disusul Halmahera Selatan dengan 110 desa, serta Halmahera Barat sebanyak 107 desa.
Di sisi lain, Halmahera Selatan menjadi kabupaten dengan jumlah desa berbasis industri paling besar, mencapai 137 desa, jauh melampaui kabupaten/kota lainnya di Maluku Utara. Halmahera Tengah berada di posisi berikutnya dengan 19 desa, disusul Kepulauan Sula 15 desa dan Pulau Morotai 14 desa.
Untuk sektor jasa, Kota Ternate mendominasi dengan 49 desa dan kelurahan yang menjadikan sektor jasa sebagai sumber penghasilan utama penduduk.
Angka tersebut menjadikan Ternate sebagai daerah dengan ketergantungan tertinggi pada sektor jasa dibanding kabupaten/kota lain di Maluku Utara.
Sementara itu, Kabupaten Pulau Taliabu tercatat memiliki 69 desa yang bergantung pada sektor pertanian, dan hanya masing-masing satu desa pada sektor industri dan jasa. Kondisi serupa juga terlihat di Halmahera Timur, yang didominasi sektor pertanian dengan 92 desa.
Baca juga: Sarbin Sehe Evaluasi Kinerja Dispar Maluku Utara, Soroti Efektivitas Program dan Event
Secara konseptual, BPS mengelompokkan sumber penghasilan utama penduduk desa/kelurahan ke dalam tiga kategori kegiatan ekonomi. Sektor pertanian mencakup pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sektor industri meliputi pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, konstruksi, serta utilitas publik seperti listrik, gas, dan air.
Sedangkan sektor jasa mencakup perdagangan, transportasi, perhotelan, keuangan, hingga jasa sosial dan kemasyarakatan.
Klasifikasi sumber penghasilan utama ini didasarkan pada lapangan usaha yang menjadi tumpuan mayoritas penduduk di desa atau kelurahan bersangkutan, sehingga dapat menjadi indikator struktur ekonomi wilayah. (*)
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
| Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Maluku Utara per 2025 Hanya 22.642 Ton GKG |
|
|---|
| Dari 668 Ribu Pekerja di Maluku Utara, Paling Banyak Bekerja di Lapangan Usaha Ini |
|
|---|
| BPS: Pengangguran di Maluku Utara per November 2025 Turun 0,11 persen |
|
|---|
| Penduduk Miskin Maluku Utara per September 2025 Berkurang 4,88 Ribu Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/hargai-cabai-di-morotai.jpg)