Data BPS
BPS: Sinyal Seluler Menguat, Internet Masih Bolong di 27 Desa Maluku Utara per 2025
BPS Provinsi Maluku Utara mencatat mayoritas desa dan kelurahan di wilayah Maluku Utara telah terjangkau sinyal telepon seluler dan internet
Ringkasan Berita:
- BPS Provinsi Maluku Utara mencatat mayoritas desa dan kelurahan di wilayah Maluku Utara telah terjangkau sinyal telepon seluler dan internet.
- Data tersebut tertuang dalam publikasi Statistik Potensi Desa Provinsi Maluku Utara 2025 yang dirilis pada 31 Desember 2025.
- 1.209 desa dan kelurahan di Maluku Utara, sebanyak 184 desa tercatat memiliki sinyal telepon seluler sangat kuat, 567 desa sinyal kuat, dan 451 desa sinyal lemah.
TRIBUNTERNATE.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat mayoritas desa dan kelurahan di wilayah Maluku Utara telah terjangkau sinyal telepon seluler dan internet, meski masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan kualitas jaringan hingga tidak memiliki sinyal sama sekali.
Data tersebut tertuang dalam publikasi Statistik Potensi Desa Provinsi Maluku Utara 2025 yang dirilis pada 31 Desember 2025.
Berdasarkan data BPS, dari total 1.209 desa dan kelurahan di Maluku Utara, sebanyak 184 desa tercatat memiliki sinyal telepon seluler sangat kuat, 567 desa sinyal kuat, dan 451 desa sinyal lemah. Sementara itu, masih terdapat 7 desa yang belum terjangkau sinyal telepon seluler.
Baca juga: BPS Catat 105 Desa di Malut Alami Pencemaran Lingkungan per 2025, Rumah Tangga Jadi Sumber Utama
Kabupaten Halmahera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah desa terbanyak, yakni 256 desa, namun juga mencatat 1 desa tanpa sinyal telepon seluler. Kondisi serupa terjadi di Halmahera Utara dengan 3 desa tanpa sinyal, serta Kota Ternate yang masih memiliki 3 desa tanpa sinyal seluler.
Dari sisi kualitas jaringan internet, BPS mencatat perkembangan yang cukup signifikan. Sebanyak 1.012 desa dan kelurahan di Maluku Utara telah menikmati jaringan internet 5G/4G/LTE, menunjukkan dominasi jaringan berkecepatan tinggi di wilayah tersebut.
Namun demikian, masih terdapat 81 desa yang bergantung pada jaringan 3G, serta 89 desa yang hanya terjangkau jaringan 2,5G/E/GPRS. Selain itu, 27 desa dan kelurahan di Maluku Utara dilaporkan belum memiliki akses sinyal internet sama sekali.
Baca juga: Kehidupan Akhirnya Mulai Membaik Bagi 3 Zodiak Ini Setelah Selasa 20 Januari 2026
Secara regional, Halmahera Selatan mencatat jumlah desa tanpa sinyal internet terbanyak, yakni 10 desa, disusul Halmahera Timur dengan 8 desa, dan Halmahera Utara sebanyak 4 desa. Sementara di wilayah perkotaan, Kota Ternate masih terdapat 3 desa yang belum terjangkau sinyal internet.
BPS menjelaskan, sinyal telepon seluler merupakan gelombang elektromagnetik yang menandakan tersedianya layanan komunikasi seluler di suatu wilayah.
Adapun sinyal internet telepon seluler merupakan jaringan data paket dengan tingkat kecepatan berbeda, mulai dari 2,5G hingga 5G/4G/LTE, yang digunakan masyarakat untuk mengakses layanan digital. (*)
| Gen Z dan Milenial Dominasi Penduduk Maluku Utara 2025 |
|
|---|
| Angka Ketimpangan Gender Malut 2025 Naik, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/jaringan-hilangg-di-Desa-Pencado-Maluli-Pulau-Taliab.jpg)