Polda Malut
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono Semprot Kinerja Kapolsek dan Kasat Reskrim, Why?
Dengan nada tegas, Kapolda Maluku Utara meminta Kapolsek hingga Kasar Reskrim bisa menuntaskan penanganan perkara yang belum diselesaikan
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Di mana dari data Polres Ternate sepanjang tahun 2025 ada 5 kasus aborsi dan temuan bayi tanpa orangtua kian marak di Kota Ternate, Maluku Utara.
Baca juga: Stuban ke Bogor, DPRD Halmahera Selatan Mantapkan Ranperda RTRW
Polisi pun lakukan penyelidikan, namun begitu belum terungkap siapa pelaku dan motif dibalik perbuatan melawan hukum itu.
Dari 5 kasus aborsi 1 kasus di antaranya baru terjadi di Kelurahan Sasa. Dan saat ini tim penyidik terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku dari kasus pembuangan bayi.
Aborsi adalah
"Aborsi adalah tindakan mengakhiri kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, bisa terjadi secara spontan (keguguran) atau disengaja (induksi) menggunakan obat atau prosedur medis seperti vakum aspirasi atau kuretase, dan di Indonesia, aborsi ilegal sangat dilarang dan memiliki konsekuensi hukum serius kecuali ada indikasi medis darurat yang sangat ketat untuk menyelamatkan nyawa ibu atau kondisi janin yang parah”
| Kapolda Malut Tegaskan Konflik Sibenpopo–Banemo Bukan Isu SARA |
|
|---|
| Kesepakatan Damai Sibenpopo–Banemo, Warga Sepakat Akhiri Konflik |
|
|---|
| Tangis Haru Warnai Perdamaian Warga Sibenpopo – Banemo, Polri Tekankan Persaudaraan |
|
|---|
| Polri Hadir Layani Kesehatan Warga Pengungsian Sibenpopo, Wujud Kepedulian di Tengah Situasi Sulit |
|
|---|
| Hadir di Tengah Luka, Kapolda dan Pemerintah Hadir Menguatkan Keluarga Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Statement-Kapolda-Maluku-Utara.jpg)