Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Pulau Taliabu

Lestarikan Kearifan Lokal, Bahasa Daerah Taliabu Masuk Kurikulum Sekolah

Pemkab Pulau Taliabu melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (28/1/2026).

Tayang:
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Istimewa
PROGRAM: Kegiatan rakor pelestarian bahasa daerah di Aula Kantor Dinas Pendidikan Pulau Taliabu. Rakor tersebut bertujuan melindungi dan melestarikan bahasa daerah Taliabu sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, Rabu (28/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemkab Pulau Taliabu melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (28/1/2026).
  • Rakor tersebut bertujuan melindungi dan melestarikan bahasa daerah Taliabu sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah.
  • Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, dan dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu melaksanakan rapat koordinasi (rakor) bersama Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara di Kantor Dinas Pendidikan, Rabu (28/1/2026).

Rakor tersebut bertujuan melindungi dan melestarikan bahasa daerah Taliabu sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah.

Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Pulau Taliabu, La Ode Yasir, dan dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca juga: Sashabila Mus Pastikan Penempatan ASN Pemkab Pulau Taliabu Sesuai Kompetensi

Sebagai putra daerah, La Ode Yasir mengaku bangga atas langkah nyata yang dilakukan melalui rapat koordinasi tersebut.

“Bahasa daerah Taliabu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi merupakan identitas budaya, jembatan antargenerasi, serta kekayaan spiritual masyarakat Pulau Taliabu,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pengembangan bahasa daerah Taliabu agar dapat diwariskan kepada generasi muda.

“Melalui rakor ini, kita menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam pewarisan bahasa daerah kepada anak-anak muda agar tidak punah di tengah arus modernisasi,” jelasnya.

Baca juga: Pekerjaan Jembatan Fangahu Taliabu Terbengkalai, APH Didesak Usut Anggaran Rp3,8 Miliar

La Ode Yasir menambahkan, pemerintah daerah sangat mendukung program-program yang bernilai pelestarian budaya.

Karena itu, ia berkomitmen ke depan bahasa daerah Taliabu akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah.

“Kita akan mengintegrasikan program revitalisasi bahasa daerah ke dalam kurikulum sekolah, kegiatan kebudayaan masyarakat, serta platform digital seperti SPBE dan SIPD untuk kepentingan dokumentasi dan diseminasi,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved