Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Disdikbud Maluku Utara Tetapkan Cut Off Data Guru 2026, Ini Keuntungannya

"Dalam pengelolaan pendidikan, perubahan data adalah keniscayaan, "kata Kepala Disdikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Sansul Sardi
PENDIDIKAN: Kepala Dikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah saat bersedia diwawancarai, Senin (2/2/2026). Dikatakan, data cut off akan menjadi acuan sementara Disdikbud, terutama dalam penyaluran hak-hak guru, perencanaan kebutuhan tenaga pendidik serta sinkronisasi data lintas sektor 
Ringkasan Berita:1. Disdikbud Maluku Utara menetapkan cut off data guru SMA 2026
2. Langkah strategis ini untuk memperkuat akurasi data sekaligus menata tata kelola pendidikan yang lebih tertib dan terukur
3. Data cut off ini akan menjadi acuan sementara Disdikbud Maluku Utara terutama dalam penyaluran hak-hak guru

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maluku Utara menetapkan cut off data guru SMA dan sederajat sebagai langkah strategis untuk memperkuat akurasi data sekaligus menata tata kelola pendidikan yang lebih tertib dan terukur.

Kebijakan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Cut Off Data Guru Tahun 2026 yang digelar secara daring, Senin, (2/2/2026), dan diikuti jajaran pengelola pendidikan menengah di seluruh kabupaten/kota.

Kepala Disdikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah menjelaskan, penetapan cut off data bertujuan menyepakati satu basis data guru dalam periode tertentu.

Hal ini dinilai penting meskipun dinamika perubahan jumlah guru baik bertambah maupun berkurang tidak bisa dihindari.

Baca juga: 7 Tuntutan Aliansi Pemuda Taliabu, di Antaranya Usut Dugaan Izajah Palsu

"Dalam pengelolaan pendidikan, perubahan data adalah keniscayaan. Namun untuk kepentingan kebijakan, perencanaan dan pelayanan, harus ada satu data yang disepakati dan dijadikan rujukan dalam satu periode tertentu, "ujar Abubakar.

Data cut off ini akan menjadi acuan sementara Disdikbud, terutama dalam penyaluran hak-hak guru, perencanaan kebutuhan tenaga pendidik, serta sinkronisasi data lintas sektor.

Karena itu, bidang guru dan tenaga kependidikan (GTK) diminta menyiapkan data seakurat dan setertib mungkin.

PENDIDIKAN: Kepala Dikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah saat bersedia diwawancarai, Senin (2/2/2026)
PENDIDIKAN: Kepala Dikbud Maluku Utara Abubakar Abdullah saat bersedia diwawancarai, Senin (2/2/2026) (TribunTernate.com/Sansul Sardi)

Berdasarkan cut off per 31 Januari 2026, jumlah guru SMA sederajat di Maluku Utara tercatat sebanyak 6.220 orang yang tersebar di 406 sekolah pada 10 kabupaten/kota dengan rinciannya:

  • Guru SMA Negeri sebanyak 3.216 orang
  • Guru SMA Swasta 702 orang
  • Guru SMK Negeri 1.304 orang
  • Guru SMK Swasta 725 orang
  • Guru SLB Negeri 203 orang
  • Guru SLB Swasta 70 orang.

"Data guru ini sangat krusial. Selain menjaga akurasi dan kapasitas data, ini juga menjadi dasar perencanaan, tertib administrasi, serta menjamin akuntabilitas pengelolaan data pendidikan di Maluku Utara, "tegas Abubakar.

Dikatakan, cut off data tahap pertama ini berlaku hingga Juni 2026. Selanjutnya, pada Juli 2026, akan dilakukan validasi ulang untuk semester II. 

Meski perubahan data tetap dimungkinkan, penggunaannya akan mengacu pada data yang telah disepakati untuk semester berjalan.

Sementara itu Kepala Bidang GTK Disdikbud Maluku Utara Ramli Kamaluddin menambahkan, komposisi sekolah dan status kepegawaian guru secara lebih rinci.

Baca juga: PT WKM di Halmahera Timur Dilaporkan ke Polisi atas Tuduhan Penyerobotan Lahan Warga

Dari total 406 sekolah, terdiri atas 139 SMA Negeri dan 87 SMA Swasta, 63 SMK Negeri dan 88 SMK Swasta, serta 17 SLB Negeri dan 12 SLB Swasta.
Dari sisi status kepegawaian, guru berstatus PNS berjumlah 2.287 orang, PPPK sebanyak 1.910 orang, dan Non-ASN mencapai 2.023 orang. 

Sementara itu guru yang telah memiliki sertifikat pendidik tercatat 2.882 orang di sekolah negeri dan 351 orang di sekolah swasta.

"Penetapan cut off data ini kami harapkan menjadi fondasi kuat bagi perumusan kebijakan pendidikan di Maluku Utara, sekaligus mendukung transparansi dan perencanaan pendidikan yang lebih adaptif di tengah dinamika kebutuhan tenaga pendidik, "tandas Ramli. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved