Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Kuras APBD Halmahera Selatan Rp3,5 Miliar, Proyek Bronjong di Desa Jojame Ambruk

Pekerjaan proyek tanggap darurat normalisasi dan penguatan tebing sungai atau bronjong yang dikerjakan oleh CV Labuha Indah Berkarya di Desa Jojame

Tayang:
Istimewa
PROYEK - Kondisi bronjong di Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pekerjaan proyek tanggap darurat normalisasi dan penguatan tebing sungai atau bronjong yang dikerjakan oleh CV Labuha Indah Berkarya di Desa Jojame, Selasa (3/2/2026). 

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pekerjaan proyek tanggap darurat normalisasi dan penguatan tebing sungai atau bronjong yang dikerjakan oleh CV Labuha Indah Berkarya di Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Halmahera Selatan, Maluku Utara dilaporkan ambruk.

Ada pun bronjong yang dibangun di bantaran sungai, sepanjang 400 meter dengan nilai anggaran sebesar Rp3,5 miliar melekat di BPBD Halmahera Selatan. Proyek ini dikerjakan sejak Mei hingga Oktober 2025.

Namun belum genap 3 bulan, bronjong tersebut mulai mengalami kerusakan.

Baca juga: Di Podcast Tamu Tribun, Asrul Gailea Ungkap Persiapan dan Tantangan Pelayanan Haji Malut 2026

Akibatnya, warga Desa Jojame khawatir jika bronjong ini tidak akan bertahan lama dan bisa memicu banjir besar ketika hujan deras.

“Torang (kami) ingin setiap bangunan terutama bronjong yang dibangun ini bisa kami nikmati, dan tidak lagi khawatir setiap hujan akan banjir rendam kampung dan rumah,” ujar Anggota BPD Jojame, Muhammad dalam keterangannya, Selas (3/2/2026).

Muhammad mengatakan, Jojame merupakan satu dari sekian desa di Halmahera Selatan yang rawan bencana. Setiap hujan deras, desa tersebut selalu diterjang banjir.

Oleh karena itu, menurut dia, proyek normalisasi dan penguatan tebing sungai ini bisa bertahan lama, dengan konstruksi bangunan yang kualitasnya tidak cepat rusak.

“Ini baru selesai masa pemeliharaan, tapi bronjong sudah mulai rusak. Sedangkan anggaran yang digunakan miliaran rupiah. Kami tidak yakin kalau bronjong ini bisa bertahan sampai satu tahun,” tutur Muhammad.

Menurutnya, proyek ini baru saja selesai dikerjakan pada bulan Oktober 2025, namun kondisi fisiknya mulai ambruk. Ia pun bertanya, mengapa bangunan seperti ini secepat itu mengalami masalah.

Baca juga: Program CKG di Halmahera Selatan Belum Capai Target, Pimpinan OPD Hingga Camat Diwarning

“Kami bersyukur ketika Desa Jojame masuk prioritas pembangunan normalisasi dan penguatan tebing sungai ini dari pemerintah daerah.”

“Tapi bukan hasil seperti ini yang kami dapatkan. Kondisi bronjong ini tidak bisa menjamin ketenangan kami masyarakat Jojame ketika hujan deras seperti sebelum-sebelumnya,” tandas Muhammad.

Terpisah, Billy Theodorus selaku kontraktor dari CV Labuha Indah Berkarya, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, tidak merespons. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved