Pemkab Halmahera Selatan
Realisasi PAD Halmahera Selatan Triwulan I 2026 Tak Capai 25 Persen, Begini Penjelasannya
"Realisasi PAD biasanya maksimal lampaui target di triwulan III dan IV sehingga kami tetap optimis, "ucap Plt Kepala BPKAD Halsel Farid Husen
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Realisasi PAD Halmahera Selatan, Maluku Utara tak capai target di triwulan I 2026
2. Dari total target 25 persen, realisasi pada akhir Maret hanya di angka 21,71 persen atau sebanyak Rp 58,4 miliar
3. Sementara proyek PAD pada tahun ini sebesar Rp 269 miliar
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Realisasi PAD Halmahera Selatan, Maluku Utara tak capai target di triwulan I 2026.
Dari total target 25 persen, realisasi pada akhir Maret hanya di angka 21,71 persen atau sebanyak Rp 58,4 miliar.
Sementara proyek PAD pada tahun ini sebesar Rp 269 miliar.
Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Halmahera Selatan Farid Husen mengaku, capaian tersebut memang masih berada di bawah angka ideal.
Baca juga: Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Halmahera Selatan 2026-2031, Berikut Profil Safri Talib
Meski begitu pihaknya mengklaim kondisi kondisi ini belum bisa menjadi indikator kegagalan pencapaian target tahunan.
"Ini bukan berarti tidak akan capai target, karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya triwulan I belum optimal, "kata Farid dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa pola realisasi PAD cenderung mengalami peningkatan signifikan di paruh kedua tahun anggaran, khususnya pada triwulan III dan IV.
Hal ini dipengaruhi oleh siklus penerimaan dari sejumlah sektor yang baru maksimal pada periode tersebut.
Farid juga yakin target PAD 2026 tetap dapat tercapai secara penuh.
Karena pemerintah daerah terus mendorong optimalisasi pendapatan dari berbagai sektor unggulan.
"Realisasi PAD biasanya maksimal melampaui target pada triwulan III dan IV, sehingga kami tetap optimis bisa capai target di akhir tahun nanti, "ujarnya.
Farid mengungkapkan, sektor pajak daerah masih menjadi kontributor terbesar terhadap PAD.
Sementara sektor retribusi bervariasi, misalnya perolehan retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), selalu menjadi penyumbang cukup signifikan setelah pajak.
Baca juga: Harga Minyakita di Halmahera Selatan Naik, Kini Rp 22 Ribu per Liter, Cabai Rawit dan Telur Turun
Sedangkan jenis retribusi dengan kontribusi terendah berasal dari retribusi pemotongan hewan.
Farid tidak merinci angka masing-masing sektor namun menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerja penerimaan.
"Kondisi capaian PAD pada triwulan I ini menjadi catatan awal bagi kami dalam mengelola strategi peningkatan pendapatan di tengah kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur, "tandas Farid. (*)
| Kasus Stunting Masih Tinggi, Dinkes Halmahera Selatan Dorong Optimalisasi Program Imunisasi |
|
|---|
| Dinkes Halmahera Selatan Larang Operasi 7 Dapur MBG karena Belum Kantongi SLHS |
|
|---|
| Dugaan Pengkondisian Proyek Jalan di Kastim Halmahera Selatan Dilaporkan ke Polisi, Seret 2 Pejabat |
|
|---|
| Minim Laporan Tenaga Kerja, Ditransker Halsel Siapkan UPTD di Obi |
|
|---|
| Jumlah Rumah Rusak di Pulau Makian Halsel Akibat Puting Beliung Bertambah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Farid-husen-bkd-halsel.jpg)