Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Kasus Stunting Masih Tinggi, Dinkes Halmahera Selatan Dorong Optimalisasi Program Imunisasi

"Tingginya kasus ini di Halmahera Selatan karena balita dengan pertumbuhan terlambat juga masuk kategori stunting, "ungkap Asia Hasyim

Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
TribunTernate.com/Nurhidayat Hi Gani
PROGRAM: Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Asia Hasyim ketika menjelaskan masalah stunting, Senin (20/4/2026). 
Ringkasan Berita:1. Kasus stunting di Halmahera Selatan tercatat masih cukup tinggi, yakni di angka 33,4 persen pada April 2026
2. Tingginya kasus ini karena balita dengan pertumbuhan terlambat, juga masuk kategori stunting
3. Asia: "Yang tubuhnya pendek itu dikategorikan masuk stunting, maka akumulasinya mencapai 33 sekian persen"

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Kasus stunting di Halmahera Selatan, Maluku Utara tercatat masih cukup tinggi, yakni di angka 33,4 persen pada April 2026.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan Asia Hasyim usai mengisi kegiatan Pelatihan Imunisasi di Hotel Buana Lipu, Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Senin (20/4/2026).

Menurut dia, tingginya kasus ini karena balita dengan pertumbuhan terlambat, juga masuk kategori stunting.

"Yang tubuhnya pendek itu dikategorikan masuk stunting, maka akumulasinya mencapai 33 sekian persen, "ujar Asia.

Baca juga: Dinkes Halmahera Selatan Larang Operasi 7 Dapur MBG karena Belum Kantongi SLHS

Untuk menekan angka kasus stunting, Dinas Kesehatan Halmahera Selatan mendorong optimalisasi program imunisasi di setiap desa.

Sehingga melalui pelatihan tersebut, Asia meminta seluruh tenaga kesehatan atau Nakes melakukan penanganan secara dini terhadap Ibu hamil dan balita.

"Imunisasi ini mendukung terwujudnya generasi emas dan Halmahera Selatan zero stunting. Karena balita yang dimunisasi itu dapat dicegah dari penyakit, "jelasnya.

Baca juga: Dinkes Halmahera Selatan Larang Operasi 7 Dapur MBG karena Belum Kantongi SLHS

Asia menegaskan bahwa sejumlah jenis penyakit seperti campak, diaere dan polio yang sering menjangkit balita, harusnya sudah bisa dieliminasi.

Tetapi masih kebanyakan balita tidak dapat imunisasi sehingga berdampak pada berat badan tumbuh kembang tidak terkontrol.

"Maka setiap Posyandu di desa-desa itu diaktifkan. Sehingga kami memberi pelatihan khusus kepada pengelola program Imunisasi supaya bisa capai target sasaran, "tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved