Data BPS
Penduduk Miskin Maluku Utara per September 2025 Berkurang 4,88 Ribu Orang
Persentase penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara pada September 2025 tercatat mengalami penurunan
Ringkasan Berita:
- Persentase penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara pada September 2025 tercatat mengalami penurunan.
- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Simon Sapari, menyampaikan angka kemiskinan terbaru melalui live rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di kanal YouTube BPS Provinsi Maluku Utara, Kamis (5/2/2026).
- Simon mengungkapkan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 5,59 persen, turun 0,44 persen poin dibandingkan September 2024.
TRIBUNTERNATE.COM — Persentase penduduk miskin di Provinsi Maluku Utara pada September 2025 tercatat mengalami penurunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara, Simon Sapari, menyampaikan angka kemiskinan terbaru melalui live rilis Berita Resmi Statistik (BRS) di kanal YouTube BPS Provinsi Maluku Utara, Kamis (5/2/2026).
Simon mengungkapkan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 5,59 persen, turun 0,44 persen poin dibandingkan September 2024.
Baca juga: 3 Berita Populer: Sherly Laos Soroti Pokir DPRD Malut - Rektor Unkhair Ternate Lantik 15 Pejabat
“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 74,81 ribu orang, menurun sekitar 4,88 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” jelasnya.
Kata Simon, BPS Maluku Utara juga mencatat adanya perbedaan tingkat kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berada di angka 5,71 persen, sementara di perdesaan tercatat 5,54 persen.
Garis Kemiskinan Tembus Rp692 Ribu per Kapita
BPS menetapkan Garis Kemiskinan Maluku Utara pada September 2025 sebesar Rp692.592 per kapita per bulan.
Komposisinya didominasi kebutuhan makanan sebesar Rp524.814 atau 75,78 persen, sedangkan kebutuhan bukan makanan sebesar Rp167.778 atau 24,22 persen.
Dengan rata-rata rumah tangga miskin memiliki 6,42 anggota keluarga, maka garis kemiskinan per rumah tangga mencapai sekitar Rp4,44 juta per bulan.
"Salah satu faktor yang menjadi sorotan dalam rilis BPS adalah pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang sangat tinggi," ucap Simon.
Faktor yang Berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan Maluku Utara
Pada Triwulan III 2025, lanjut Simon, perekonomian Maluku Utara mencatat pertumbuhan 39,10 persen (year-on-year), tertinggi secara nasional.
“Pertumbuhan ekonomi menjadi latar belakang positif bagi perbaikan sosial ekonomi, meskipun tidak seluruhnya berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan,” jelasnya.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga pada Triwulan III 2025 meningkat 5,71 persen. Peningkatan konsumsi ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat relatif terjaga dan berpotensi membantu rumah tangga memenuhi kebutuhan minimum.
Nilai Tukar Petani (NTP) Maluku Utara pada September 2025 tercatat sebesar 107,42, naik dibandingkan Februari 2025 sebesar 105,58.
Kenaikan NTP mengindikasikan harga yang diterima petani meningkat lebih cepat daripada harga yang dibayar, sehingga mencerminkan perbaikan kesejahteraan petani.
Baca juga: 5 Shio Paling Beruntung Besok Jumat 6 Februari 2026, Hoki Berlimpah Tanpa Diduga
| Gen Z dan Milenial Dominasi Penduduk Maluku Utara 2025 |
|
|---|
| Angka Ketimpangan Gender Malut 2025 Naik, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/ilustrasikemiskinan1132022.jpg)