Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Kawal Program RTLH, Gubernur Malut Sherly Laos Temui Warga Kalumata-Tongole

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
PROGRAM RTLH - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat, Jumat (6/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat.

  • Bagi warga, langkah ini dikenal sebagai “turun ke bawah”, pendekatan yang kini menjadi ciri khas Sherly dalam mengawal program-program sosial.

  • Pada Jumat (6/2/2026), Sherly memastikan pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.

Rilis

TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI — Gubernur Maluku Utara Sherly Laos kembali menunjukkan gaya kepemimpinannya yang dekat dengan rakyat.

Pada Jumat (6/2/2026), Sherly memastikan pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) benar-benar menyentuh warga yang paling membutuhkan.

Bagi warga, langkah ini dikenal sebagai “turun ke bawah”, pendekatan yang kini menjadi ciri khas Sherly dalam mengawal program-program sosial, khususnya bagi keluarga miskin perkotaan di wilayah kepulauan timur Indonesi, kawasan yang sering luput dari sorotan pembangunan nasional.

Baca juga: Ramalan Shio Monyet, Ayam, Anjing, Babi Besok Minggu 8 Februari 2026: Karier, Cinta, Nomor Hoki

Di Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Sherly menemui Eka Abdul Halim, seorang pedagang sayur bersama suami dan dua anaknya, yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Meski memiliki sebidang tanah, keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini bertahun-tahun bertahan di rumah darurat dengan kondisi memprihatinkan.

“Kelayakannya tidak perlu diperdebatkan,” ujar seorang pejabat pendamping program setelah melihat langsung bangunan yang nyaris roboh.

Tak jauh dari lokasi tersebut, aparat kelurahan juga mengajukan nama Safrina, seorang janda empat anak yang selama ini harus menumpang di rumah tetangga.

Pemerintah setempat menyebut kondisi seperti ini sebagai potret kemiskinan perkotaan yang sering tersembunyi di balik geliat pertumbuhan kota.

Selain bantuan rumah, Sherly juga menawarkan akses program PNM Mekar, skema pembiayaan mikro tanpa agunan yang menyasar perempuan kepala keluarga.

“Supaya ibu-ibu bisa lebih mandiri. Pinjaman kecil, cicilan ringan, tanpa jaminan,” ujar Sherly di hadapan warga.

Langkah ini mendapat respons positif dari aparat setempat. Lurah Kalumata, Ari Akbar Tanlain, menilai kehadiran langsung Sherly bukan sekadar simbolik, tetapi membawa solusi nyata.

“Warga memang menunggu gubernur turun langsung. Biasanya selalu ada jalan keluar,” katanya.

Lanjut ke Maliaro dan Tubo: Potret Kemiskinan yang Masih Nyata

Kunjungan lapangan berlanjut ke Kelurahan Maliaro dan Tubo. Di Maliaro, Sherly mendapati Rani Brongkos, seorang perempuan kepala keluarga yang tinggal di bilik sempit bersama anak dan cucunya.

Menurut warga sekitar, rumah layak seharusnya sudah lama menjadi haknya. Namun tidak semua temuan berjalan mulus.

Di Kelurahan Tongole, penerima RTLH tahun sebelumnya menghadapi konflik antar tetangga yang menghambat penyelesaian pembangunan rumah.

Akibatnya, hunian yang dirancang dengan anggaran terbatas dan spesifikasi minimal itu tak kunjung rampung.

Sherly pun memanggil langsung fasilitator lapangan, ketua RT, hingga aparat keamanan untuk mengurai persoalan.

“Kalau saya tidak turun langsung, masalah seperti ini tidak akan pernah terlihat,” tegasnya.

Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 12 Kurikulum Merdeka Halaman 70: About E-money

Ia meminta setiap hambatan di lapangan segera diubah menjadi solusi agar masyarakat tidak menjadi korban konflik sosial maupun kelalaian administratif.

Di provinsi kepulauan seperti Maluku Utara, dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks, kepemimpinan yang hadir secara fisik di tengah warga kerap dipandang sebagai kebutuhan nyata, bukan sekadar simbol.

Program RTLH, dengan segala keterbatasannya, kini menjadi cermin bagaimana kebijakan populis diuji langsung di rumah-rumah kecil yang selama ini nyaris tak terdengar suaranya di panggung nasional. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved