Sabtu, 25 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Opini

Satu Tahun Sherly Laos Membangkitkan Bumi Kie Raha

Setahun kemudian, Maluku Utara tak lagi kelam: Bumi Kie Raha bangkit, dan namanya kini bergema di seluruh Nusantara.

|
TribunTernate.com
OPINI - Choel Mallarangeng. Penulis adalah pemerhati Maluku Utara. 

Ringkasan Berita:1. Penulis bernama lengkap Andi Zulkarnaen Mallarangeng atau lebih akrab dipanggil Choel Mallarangeng
2. Choel Mallarangeng juga Direktur Fox Indonesia, lembaga konsultan politik
3. Ia juga dikenal sebagai konsultan politik pasangan SBY dan Budiono pada Pemilu 2009 

Oleh: Choel Mallarangeng
Pemerhati Maluku Utara

KETIKA Sherly Laos dilantik pada 20 Februari 2025, angin keraguan berhembus kencang.

Ia bukan birokrat, bukan mantan kepala daerah dan bukan politisi—hanya seorang wanita (single parent), pengusaha yang melangkah di tengah duka. 

Namun, seperti bara yang tersembunyi, ia menyala. Satu tahun kemudian, Maluku Utara tak lagi kelam: Bumi Kie Raha bangkit, dan namanya kini bergema di seluruh Nusantara.

Sherly Laos bak mercusuar. Cahayanya tak hanya menerangi pulau-pulau yang tersebar, tetapi juga malam panjang pembangunan yang kelam di timur Indonesia—wilayah yang lama terpinggirkan dan salah urus.

Sepak terjangnya setahun ini mengubah keraguan menjadi harapan baru.

Di balik sorot mercusuar itu, ada seorang ibu. Tiga anak remaja yang mulai tumbuh dewasa merindukan kehadirannya di Jakarta.

Hampir setiap minggu ia pun terbang, menjembatani Sofifi, Ternate dan rumahnya di Menteng—jadwal padat antara rapat gubernur, pertemuan dengan rakyat, pengusaha, menteri, dan kewajiban mendengarkan cerita keseharian anak-anaknya.

Waktu terbelah, tetapi hatinya utuh, tekadnya bulat. “Mereka paham,” katanya pelan, “mamanya bekerja untuk sesuatu yang lebih besar”, ungkap Sherly. Tak ada keluh, hanya keteguhan.

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos: Sekolah Rakyat Ditargetkan Rampung Juni 2026

Ekonomi melonjak 39,1 persen—tertinggi di negeri ini. Nikel membakar mesin, tetapi Sherly yang mengarahkan api: sekolah gratis, beasiswa, vokasi Microsoft, cold storage untuk penyimpanan hasil tangkapan nelayan, sawah baru, pabrik baru.

Kemiskinan menyusut ke 5,81 persen, pengangguran menjadi 4,55 persen, rasio Gini mereda. IPM naik. Namun, ia tak sekadar menghitung angka—ia menghitung harapan untuk Maluku Utara.

Kesehatan pun bernapas lega. Dalam sebulan pertama, dua rumah sakit naik kelas: Taliabu dan Halmahera Timur.

UHC mencapai 98 persen—475 ribu jiwa terlindungi secara gratis. Utang lama perlahan dilunasi, fiskal membaik, rekam medis digital lahir.

Warga pulau tak lagi menunggu perahu; layanan datang seperti angin pagi.

Inflasi pernah goyah—4,86 persen pada awal 2026. Namun Sherly tak diam. Kios Sigap berderet, subsidi angkut antarpulau digulirkan, rantai pasok diperkuat.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved