Jumat, 10 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Halmahera Selatan

Karena Ini Warga Tolak PT Poleko Kembali Beroperasi di Wilayah Obi Halmahera Selatan

Warga Pulau Obi, Halmahera Selatan menduga banjir pada 2016 diakibatkan aktivitas penebangan pohon di hutan dengan jumlah besar dilakukan PT Poleko

|
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa/Kolase Tribunternate.com
TUNTUTAN: Sejumlah tokoh pemuda di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan saat menyerukan penolakan terhadap PT Poleko, Senin (23/2/2026). Mereka menilai aktivitas tambang perusahaan tersebut akan menyebabkan banjir bandang yang pernah terjadi 2016 silam 
Ringkasan Berita:1. Warga Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara menyatakan menolak PT Poleko Yubarson
2. Warga juga menuntut tanggung jawab perusahaan kayu bulat tersebut atas dampak lingkungan yang merugikan mereka
3. warga menduga banjir diakibatkan aktivitas penebangan pohon di hutan dengan jumlah besar dilakukan PT Poleko

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Warga Kecamatan Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara menyatakan menolak PT Poleko Yubarson.

Warga juga menuntut tanggung jawab perusahaan kayu bulat tersebut atas dampak lingkungan yang merugikan mereka.

"Camat Obi dan sejumlah Kepala Desa yang diduga berkolusi dengan pihak perusahaan juga harus dievaluasi."

Demikian disampaikan Safrudin Alimudi, seorang tokoh pemuda dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Halmahera Selatan Rabu 25 Februari 2026: Jam Berapa Imsak dan Buka Puasa

Safrudin mengungkit peristiwa banjir bandang di kecamatan tersebut pada 2016.

Yang mana dalam peristiwa ini, ratusan rumah di 5 desa terendam lumpur.

Saat itu, warga menduga banjir diakibatkan aktivitas penebangan pohon di hutan dengan jumlah besar dilakukan PT Poleko.

TUNTUTAN: Sejumlah tokoh pemuda di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan saat menyerukan penolakan terhadap PT Poleko, Senin (23/2/2026).
TUNTUTAN: Sejumlah tokoh pemuda di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan saat menyerukan penolakan terhadap PT Poleko, Senin (23/2/2026). (Istimewa/Kolase Tribunternate.com)

"Kalau hari ini kita tidak bersuara, maka kita sedang menggali kubur untuk masa depan anak cucu kita sendiri, "imbuhnya.

Menurut dia, penolakan warga terhadap PT Poleko ditandai dengan ricuhnya kegiatan konsultasi publik pra-AMDAL dan Social Impact Assessment di Kantor Camat Obi pada Sabtu (21/2/2026).

Baca juga: Daftar Parpol Penerima Hibah dari Pemkab Halmahera Selatan, PKS Paling Banyak

Aksi penolakan akan dilanjutkan pada Selasa (24/2/2026) berupa demonstrasi besar-besaran di jalanan.

"Kita turun besar-besaran, kita tuntut hentikan seluruh aktivitas PT Poleko Yubarsons di tanah Obi."

"Kita minta Pak Bupati segera evaluasi Camat Obi dan para kepala desa yang diduga berkolusi dengan perusahaan, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved