Jembatan “Merah Putih” Halut Hampir Rampung, Hasil Gotong Royong Warga dan Brimob Polda Malut
Akses jembatan di Desa Salube menuju Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang sebelumnya diterjang banjir besar
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
TRIBUNTERNATE.COM – Akses jembatan di Desa Salube menuju Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, yang sebelumnya diterjang banjir besar kini hampir rampung dibangun kembali.
Jembatan tersebut merupakan jalur utama warga dalam beraktivitas sehari-hari. Pada 1 Desember 2025 lalu, jembatan kayu yang ada hanyut diterjang arus sungai yang deras.
Saat itu, warga terpaksa turun ke sungai dan bergantian menggotong jenazah menembus derasnya arus untuk dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Peristiwa itu sempat viral di media sosial dan menyita perhatian publik.
Baca juga: Polda Maluku Utara Bangun 12 Rumah Dinas untuk Personel Bintara di Sofifi
Agar insiden serupa tidak terulang, pemerintah desa bersama personel Brimob dari Kepolisian Daerah Maluku Utara turun langsung membangun jembatan permanen secara swadaya.
Kepala Desa Salube, Sabri Duduaka, mengatakan pembangunan jembatan tersebut sangat membantu masyarakat.
Ia menjelaskan, sebelumnya jembatan hanya terbuat dari kayu dan mudah hanyut saat hujan deras.
“Ketika jembatan hanyut, akses kami sangat terbatas. Bahkan sempat viral di media sosial saat warga bergotong royong menggotong jenazah menyeberangi sungai,” ujar Sabri saat dikonfirmasi via telepon, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, setelah insiden tersebut, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono bersama Dansat Brimob Polda Maluku Utara Kombes Pol Hendri Wira Suriyana membentuk tim dan turun langsung ke lokasi.
Sebanyak 17 personel Satbrimob dipimpin Ipda Ikram Kadir dikerahkan untuk mempercepat pembangunan jembatan permanen yang diberi nama Jembatan Merah Putih.
Proses pembangunan dimulai dari pengumpulan material batu sekitar 200 meter dari lokasi, pembuatan rangka cor tiang jembatan, hingga pemasangan papan sebagai material pendukung.
Jembatan baru ini memiliki panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter, dengan konstruksi beton yang dirancang lebih kokoh dan tahan terhadap arus sungai saat musim hujan maupun banjir.
“Saat ini progres pembangunan sudah hampir 90 persen, tinggal tahap pengecatan. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bapak Kapolda dan Dansat Brimob. Kami sangat terbantu dengan adanya jembatan baru ini,” katanya.
Tokoh pemuda Desa Salube, Waldi Hi. Rauf, menilai pembangunan jembatan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol keselamatan dan harga diri warga.
“Kami tidak ingin kejadian 1 Desember terulang lagi. Ini bukan hanya soal akses, tetapi soal kemanusiaan. Jembatan ini adalah urat nadi desa. Anak sekolah, petani, ibu-ibu, hingga jenazah pun harus melewati jalur ini,” tegas Waldi.
Ia juga mengapresiasi kehadiran personel Brimob yang turun langsung membantu masyarakat.
| Anak Pengrajin Cincin Raih IPK 3,98, Adib Masraf Lulusan Terbaik Unkhair Ternate |
|
|---|
| Peringatan HJT ke-918, Pemda dan Kesultanan Tidore Tegaskan Sinergi |
|
|---|
| Peluncuran SALUMA, Langkah Baru Kebangkitan Musik dan Budaya Tidore |
|
|---|
| Soroti Proyek di Malut Dikuasai Pengusaha Luar, Bahlil Lahadalia : Saya Sedih |
|
|---|
| Profil dan Jejak Karier Alien Mus, Kembali Dipercaya Bahlil Lahadalia Pimpin Golkar Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/brimob-polda-malut-jalan-di-Halut.jpg)