Halmahera Selatan
Usulan Boki Fatimah jadi Pahlawan Nasional Kembali Digaungkan, Ini Respons Bupati Halmahera Selatan
Selain Boki Fatimah, Sultan Bacan, Halmahera Selatan ke 18 , Oesman Sadik, juga masuk dalam daftar pengusulan
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Usulan Boki Fatimah atau Princess Van Kasiruta, putri Sulatan Bacan ke 18, Oesman Sadik, sebagi pahlawan nasional kembali digaungkan2. Melalui FGD berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu (7/3/2026), pembahasan terkait peran Boki Fatimah dalam sejarah kemerdekaan Indonesia diulas3. FGD ini diinisiasi oleh Generasi Muda Kesultanan Bacan atau Gema Suba dengan mengusung tema “Satu Perempuan untuk Kebangkitan Jurnalis Nusantara”
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Usulan Boki Fatimah atau Princess Van Kasiruta, putri Sulatan Bacan ke 18, Oesman Sadik, sebagi pahlawan nasional kembali digaungkan.
Melalui Focus Group Discussion (FGD) berlangsung di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Sabtu (7/3/2026), pembahasan terkait peran Boki Fatimah dalam sejarah kemerdekaan Indonesia diulas.
FGD ini diinisiasi oleh Generasi Muda Kesultanan Bacan atau Gema Suba dengan mengusung tema “Satu Perempuan untuk Kebangkitan Jurnalis Nusantara”.
FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, sejarawan Unkhair Ternate Irfan Ahmad, Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin, Ompu Juru Tulis Raa Kesultanan Bacan Ibnu Tufail Iskandar Alam.
Baca juga: Polres Halmahera Selatan Siagakan 150 Personel untuk Pengamanan Mudik Lebaran 2026
Usulan Boki Fatimah sebagai pahlawan nasional sebelumnya telah digaungkan sejumlah komunitas literasi di Halmahera Selatan, saat melaksanakan event Bacan Membaca (Babaca) pada 2023 lalu.
Selain Boki Fatimah, Sultan Bacan ke 18 , Oesman Sadik, juga masuk dalam daftar pengusulan.
Sosok Boki Fatimah
Dirangkum dari berbagai sumber, Boki Fatimah atau Princess van Kasiruta merupakan istri Bapak Pers Nasional, Tirto Adhi Soerjo.
Tirto dan Fatimah bertemu saat Tirto melakukan perjalanan ke Pulau Bacan dan berkenalan dengan keluarga kesultanan. Kemudian mereka menikah pada tahun 1905.
Tak hanya mendapat seorang istri, pengalamannya selama di Pulau Bacan juga memperkuat ide Tirto untuk menerbitkan surat kabar Medan Prijaji.
Medan Prijaji dikenal sebagai perintis pers di bumi Nusantara dan surat kabar nasional pertama di Indonesia.
Boki Fatimah disebut terlibat dalam pendirian Medan Prijaji hingga penerbitan yang beredar diawal tahun 1907.
Sementara Sultan Oesman Sadik, ayah Boki Fatimah, turut memberi modal penerbitan surat kabar Medan Prijaji.
Bersama Tirto Adhi Soerjo, Oesman mengupayakan Medan Prijaji berbadan hukum dan membentuk perusahaan N.V. Medan Prijaji pada 1908
Di Medan Prijaji, Boki Fatimah menjadi salah satu anggota redaksi. Ia pandai membaca dan menulis dalam Bahasa Melayu juga Bahasa Belanda.
| Menang Praperadilan, Polres Halmahera Selatan Buktikan Prosedur Penetapan Tersangka Sesuai Aturan |
|
|---|
| Tambang Emas Diduga Ilegal di Halmahera Selatan Jadi Sorotan, Polisi Terus Lakukan Pengawasan |
|
|---|
| Polisi Tangkap Pria Diduga Bawa Tembakau Gorila di Wisata Pulau Nusa Ra Halsel |
|
|---|
| Jabat Kasat Reskrim Polres Hakmahera Selatan, Iptu Wahyu Dorong Profesionalisme Penyidik |
|
|---|
| Akses Tani Lebih Lancar, Jembatan di Kaireu Halsel Diresmikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Usulan-Boki-Fatimah-anak-Sultan-Bacan-ke-18-sebagai-pahlawan-nasional.jpg)