Kamis, 14 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemkab Halmahera Selatan

Kelompok Tani Obi Halmahera Selatan Khwatir Dampak Lingkungan dari PT Poleko

Ketua Kelompok Petani Milenial Kecamatan Obi Ruslan menyampaikan kekhawatiran besar terhadap dampak aktivitas perusahaan kayu bulat tersebut

Tayang:
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
TUNTUTAN: Kelompok tani di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan panen raya padi bersama pemerintah daerah belum lama ini. 

Ringkasan Berita:1. PT Poleko Yubarson dilaporkan masih  melakukan aktivitas penebangan kayu di hutan Pulau Obi, Halmahera Selatan meski sudah mendapat penolakan masyarakat
2. Penolakan ini disampaikan warga dalam forum konsultasi publik pra-AMDAL dan Social Impact Assessment (SIA) di Kantor Camat Obi pada Sabtu (21/2/2026)
3. Ketua Kelompok Petani Milenial Kecamatan Obi Ruslan menyampaikan kekhawatiran besar terhadap dampak aktivitas perusahaan kayu bulat tersebut

TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - PT Poleko Yubarson dilaporkan masih  melakukan aktivitas penebangan kayu di hutan Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara meski sudah mendapat penolakan masyarakat.

Penolakan ini disampaikan warga dalam forum konsultasi publik pra-AMDAL dan Social Impact Assessment (SIA) di Kantor Camat Obi pada Sabtu (21/2/2026), setelah aksi unjuk rasa, Rabu (25/2/2026).

Ketua Kelompok Petani Milenial Kecamatan Obi Ruslan menyampaikan kekhawatiran besar terhadap dampak aktivitas perusahaan kayu bulat tersebut.

Menurutnya, keberadaan PT Poleko terkesan mengabaikan suara masyarakat yang telah menyatakan penolakan secara terbuka. Ia juga menilai perusahaan ini berlindung di bawah 'ketiak' penguasa yang memiliki koneksi luar biasa.

Baca juga: Ramadan Masuki 10 Hari Terakhir, Berikut Bacaan Dzikir dan Doa yang Dianjurkan

"Padahal masyarakat sudah menolak aktivitas perusahaan ini. Bahkan sempat ada pemboikotan terhadap kantor perusahaan. Tapi perusahaan terus beroperasi, "ujar Ruslan dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Ia pun mendesak Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Selatan agar segera turun tangan mengevaluasi aktivitas PT Poleko secara menyeluruh. 

"Kami meminta kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, termasuk DPRD agar ambil sikap. Situasi di lapangan dan melakukan evaluasi total terhadap aktivitas perusahaan ini, "tegas Ruslan.

TUNTUTAN: Kelompok tani di Kecamatan Obi,  Halmahera Selatan panen raya padi bersama pemerintah daerah belum lama ini.
TUNTUTAN: Kelompok tani di Kecamatan Obi, Halmahera Selatan panen raya padi bersama pemerintah daerah belum lama ini. (Istimewa)

Sementara Ketua MPC Pemuda Pancasila Kecamatan Obi Safrin mengungkapkan bahwa pada 26 Februari 2026, Sungai Tabuji meluap dan menyebabkan kerugian bagi sejumlah petani di wilayah Kecamatan Obi.

Meluapnya sungai tersebut diduga dipicu oleh kombinasi antara curah hujan tinggi dan aktivitas PT Poleko yang berada di daerah aliran sungai (DAS).

"Banyak petani mengalami kerugian akibat meluapnya Sungai Tabuji. Ini bukan hanya soal hujan lebat, tetapi juga aktivitas perusahaan yang berada di wilayah DAS, "kata Safrin

Ia juga mengingatkan, wilayah Kecamatan Obi pernah mengalami tragedi lingkungan yang sangat besar pada tahun 2016, ketika banjir bandang melanda beberapa desa dan menyebabkan kerugian besar terhadap masyarakat.

"Kita semua masih ingat banjir bandang di 2016 yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah, bahkan merenggut korban jiwa. Jangan biarkan masyarakat berjuang sendiri menghadapi situasi ini, "ungkap Safrin.

Lebih lanjut, Safrin menegaskan persoalan lingkungan bukan hal kecil yang dapat diabaikan oleh pemerintah maupun perusahaan. 

"Ini bukan hal sepele. Ini menyangkut nyawa manusia dan keberlanjutan pertanian di Kecamatan Obi, "tandasnya.

Darwan Abduhasan, salah satu tokoh petani di Kecamatan Obi menyatakan peristiwa banjir bandang pada 2016 seharusnya menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Minta PNS dan PPPK Lapor Jika TPP Dipotong

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved