Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Pantau Distribusi MinyaKita dan Beras SPHP di Pasar Galala

Kehadiran Gubernur Maluku Utara di pasar tersebut menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Pemprov Maluku Utara
INSPEKSI: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Plh Kadisperindag Maluku Utara Rony Saleh saat turun ke Pasar Galala, Sofifi, Senin (9/3/2026). Di sana ia mengecek distribusi MinyaKita dan beras SPHP 

Ringkasan Berita:1. Gubernur Maluku Utara Sherly Laos turun langsung memantau pendistribusian minyak goreng subsidi MinyaKita serta beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Galala, Sofifi
2. Kehadirannya di pasar tersebut menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga
3. Sherly Laos: Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang telah ditetapkan

Rilis

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Gubernur Maluku Utara Sherly Laos turun langsung memantau pendistribusian minyak goreng subsidi MinyaKita serta beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) milik Perum Bulog di Pasar Rakyat Galala, Senin (9/3/2026).

Kehadirannya di pasar tersebut menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang kerap terdampak fluktuasi harga bahan pokok.

Dalam inspeksi itu, Sherly Laos menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan para pedagang agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dari komoditas yang telah disubsidi negara.

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Minta PNS dan PPPK Lapor Jika TPP Dipotong

"MinyaKita wajib dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Kalau ada yang menjual di atas harga itu, silakan laporkan. Satu orang hanya boleh membeli maksimal dua liter agar pembagian merata, "tegas Sherly Laos di hadapan warga yang memadati lokasi penjualan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Dengan begitu, stok yang tersedia dapat dinikmati secara merata oleh seluruh warga yang membutuhkan.

INSPEKSI: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Plh Kadisperindag Maluku Utara Rony Saleh saat turun ke Pasar Galala, Sofifi, Senin (9/3/2026). Di sana ia mengecek distribusi MinyaKita dan beras SPHP
INSPEKSI: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos didampingi Plh Kadisperindag Maluku Utara Rony Saleh saat turun ke Pasar Galala, Sofifi, Senin (9/3/2026). Di sana ia mengecek distribusi MinyaKita dan beras SPHP (Dok Humas Pemprov Maluku Utara)

Menurut Sherly Laos, penyaluran tahap awal difokuskan untuk wilayah Ternate, Sofifi, dan Tidore. Namun pemerintah provinsi memastikan distribusi serupa akan segera menjangkau kabupaten lain seiring masuknya tambahan pasokan dari pemerintah pusat.

Dalam kunjungan tersebut, gubernur didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Utara, Rony Saleh.

Mereka meninjau langsung titik-titik penyaluran resmi yang menjual Minyakita seharga Rp15.700 per liter dengan batas pembelian maksimal dua liter per orang, serta beras SPHP Bulog seharga Rp57.000 per kemasan 5 kilogram.

Sherly Laos juga menegaskan bahwa mitra Bulog tidak diperkenankan menjual stok bersubsidi tersebut kepada pengecer maupun spekulan.

Ia meminta agar komoditas tersebut benar-benar sampai langsung ke tangan masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga.

Pada hari pertama penyaluran di Pasar Galala, dua mitra Bulog telah menyalurkan sekitar 400 karton Minyakita dan 500 karung beras SPHP. 

Baca juga: Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Minta PNS dan PPPK Lapor Jika TPP Dipotong

Sementara dua mitra lainnya masih dalam proses pengambilan stok dari Bulog sehingga total akan terdapat empat titik distribusi di kawasan pasar tersebut.

"Tujuan utama program ini agar ibu-ibu rumah tangga bisa menghemat pengeluaran. Jangan sampai stok ditimbun atau berpindah tangan ke penjual lain."

"Saya ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui harga yang lebih terjangkau, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved