Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Pemprov Maluku Utara Sediakan 1.000 Paket Pangan Murah untuk Warga Taliabu

Wagub Malut Sarbin Sehe mengatakan, kebijakan strategis pangan murah diambil untuk memastikan warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok Humas Pemprov Maluku Utara
KEBUTUHAN: Gerakan pangan murah (GPM) di Pulau Taliabu yang diinisiasi Pemprov Maluku Utara, Kamis (12/3/2026). Apa yang dilakukan ini demi kebutuhan warga jelang Idul Fitri 2026 
Ringkasan Berita:1. Ribuan warga Pulau Taliabu, Maluku Utara memadati lokasi gerakan pangan murah (GPM) yang digelar pada Kamis (12/3/2026)
2. Dalam waktu singkat, paket yang berisi komoditas utama seperti beras, gula pasir dan minyak goreng ludes terjual.
3. Dalam hajat pasar murah kali ini, Pemerintah melalui Disperindag menyediakan 1.000 paket

TRUBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Ribuan warga Pulau Taliabu, Maluku Utara memadati lokasi gerakan pangan murah (GPM) yang digelar pada Kamis (12/3/2026).

Dalam waktu singkat, paket yang berisi komoditas utama seperti beras, gula pasir dan minyak goreng ludes terjual.

Dalam hajat pasar murah kali ini, pemerintah melalui Dinas Pangan menyediakan 1.000 paket.

Setiap warga dapat membeli sembako murah dengan harga Rp 50.000 per paket yang terdiri dari beras 5 Kg, gula pasir 2 Kg dan minyak goreng 2 liter. 

Baca juga: Puluhan Rumah di Desa Waisakai Kepulauan Sula Hancur Akibat Banjir

KEBUTUHAN: Gerakan pangan murah (GPM) di Pulau Taliabu yang diinisiasi Pemprov Maluku Utara, Jumat (13/3/2026)
KEBUTUHAN: Gerakan pangan murah (GPM) di Pulau Taliabu yang diinisiasi Pemprov Maluku Utara, Jumat (13/3/2026) (Dok Humas Pemprov Maluku Utara)

Baca juga: Hujan Deras Disertai Banjir Akibatkan Belasan Rumah di Desa Waisakai Kepulauan Sula Hancur

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengatakan, kebijakan strategis pangan murah diambil untuk memastikan warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau jelang hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah, karena lonjakan kebutuhan masyarakat selama Ramadan sangat berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi sejak dini.

"Dalam bulan suci Ramadan ini, kebutuhan warga meningkat. Karena itu pemerintah harus hadir memastikan barang tersedia dan harga tetap terkendali, "tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved