Ramadan 2026
Sambut 27 Ramadan, Kesultanan Ternate Kembali Adakan Festival Ela-Ela
"Tradisi Ela-Ela adalah warisan budaya yang memiliki nilai religius dan sosial yang kuat, "ungkap Sultan Ternate Hidayatullah Sjah
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Festival Ela-Ela 2026 akan kembali digelar pada 27 Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara2. Tradisi tahunan yang identik dengan pawai obor ini menjadi salah satu agenda budaya dan religi masyarakat dalam menyambut malam-malam akhir bulan suci Ramadan3. Festival Ela-Ela dikenal sebagai tradisi masyarakat Ternate yang diwariskan secara turun-temurun
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Festival Ela-Ela 2026 akan kembali digelar pada 27 Ramadan 1447 Hijriah di kawasan Kedaton Kesultanan Ternate, Maluku Utara
Tradisi tahunan yang identik dengan pawai obor ini menjadi salah satu agenda budaya dan religi masyarakat dalam menyambut malam-malam akhir bulan suci Ramadan.
Festival Ela-Ela dikenal sebagai tradisi masyarakat Ternate yang diwariskan secara turun-temurun.
Pada malam pelaksanaannya, ribuan obor akan dinyalakan dan dibawa oleh masyarakat adat.
Baca juga: Pemprov Maluku Utara Sediakan 1.000 Paket Pangan Murah untuk Warga Taliabu
Para peserta pawai yang berasal dari berbagai kelurahan, komunitas dan paguyuban se yang menciptakan suasana cahaya yang khas di sekitar kawasan Kedaton.
Ketua PETERATU, Frasman Choiruddin mengaku pelaksanaan Festival Ela-Ela tahun ini merupakan hasil kolaborasi antara Kesultanan Ternate, Pemprov Maluku Utara dan juga komunitasnya.
Saat ini pihaknya tengah mematangkan berbagai persiapan teknis, mulai dari koordinasi dengan berbagai pihak, penataan lokasi kegiatan di kawasan Kedaton, hingga menyiapkan bahan untuk pembuatan berbagai jenis obor.
Pada pelaksanaan tahun ini, rute pawai obor akan dimulai dari kawasan Kedaton kesultanan menuju mesjid sultan (Sigi Lamo) Jalur tersebut mengikuti tradisi lama ketika Sultan atau Kebesaran Uci berjalan dari Kedaton menuju masjid untuk melaksanakan ibadah pada malam ke-27 Ramadan.
Frasman Choiruddin juga menyebut penyesuaian rute ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai historis dan spiritual yang menjadi inti dari tradisi Ela-Ela di lingkungan Kedaton kesultanan.
"Perubahan rute ini dilakukan agar pelaksanaan Festival Ela-Ela lebih menonjolkan makna ritual dan tradisi aslinya. Pawai obor akan mengiringi perjalanan Uci dari Kedaton menuju masjid sebagaimana kebiasaan yang telah berlangsung sejak dahulu, "kata Frasman saat dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (13/3/2026).
Tradisi tersebut menjadi simbol penghormatan masyarakat kepada Sultan sekaligus menggambarkan kebersamaan masyarakat Ternate dalam menghidupkan malam-malam terakhir bulan Ramadhan melalui cahaya obor yang menyala sepanjang jalur menuju masjid sultan.
Terpisah Sultan Ternate Hidayatullah Sjah mengatakan, Festival Ela-Ela merupakan bagian dari warisan budaya kesultanan yang telah berlangsung sejak lama dan menjadi simbol syiar Islam serta kebersamaan masyarakat dalam menyambut penghujung Ramadhan.
Tradisi Ela-Ela adalah warisan budaya yang memiliki nilai religius dan sosial yang kuat.
Cahaya obor yang dinyalakan melambangkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut malam-malam penuh keberkahan di bulan Ramadan.
"Tradisi ini perlu terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh generasi, "jelas Sultan Ternate Hidayatullah Sjah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Festival-ela-ela-2026-Kesultanan-Ternate.jpg)