Kapal Tenggelam di Malut
BREAKING NEWS: KM Gandha Nusantara 17 Rute Bitung - Ternate Tenggelam di Perairan Malut
Berdasarkan laporan awal, KM Gandha Nusantara 17 bertolak dari Bitung menuju Ternate pada Jumat (14/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIT
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Kapal PT Pelni, KM Gandha Nusantara 17 rute Bitung - Ternate dilaporkan mengalami kerusakan mesin di perairan Maluku Utara2. Insiden tersebut memicu operasi pencarian dan penyelamatan oleh tim SAR gabungan3. Informasi mengenai kejadian itu diterima Kantor SAR Ternate dari perwakilan PELNI Ternate, Rudi Arif, Minggu (15/3/2026)
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kapal PT Pelni, KM Gandha Nusantara 17, rute Bitung - Tidore dilaporkan mengalami kerusakan mesin lalu tenggelam di perairan Maluku Utara.
Informasi mengenai kejadian itu diterima Kantor SAR Ternate dari perwakilan PELNI Ternate, Rudi Arif, Minggu (15/3/2026).
Berdasarkan laporan awal, kapal tersebut bertolak dari Bitung (Sulawesi Utara) menuju Tidore pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIT.
Baca juga: Banjir dan Longsor Putus Akses Darat Satu-satunya ke Desa Nunca Taliabu
Namun dalam perjalanan, tepatnya Minggu (14/32026) sekitar pukul 08.00 WIT, kapal mengalami kerusakan mesin saat berada di perairan antara Pulau Batang Dua dan Kota Ternate.
Awak kapal sempat berupaya melakukan perbaikan secara mandiri, namun kerusakan mesin belum berhasil diatasi.
Kronologis
Kapten kapal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak PELNI yang selanjutnya meneruskan laporan ke Basarnas Ternate untuk meminta bantuan operasi penyelamatan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Ternate, Ferdinando, mengatakan tim penyelamat segera dikerahkan setelah menerima laporan tersebut.
"Pada pukul 12.15 WIT, tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur terkait bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan kapal SAR KN SAR 237 Pandudewanata untuk melakukan proses evakuasi, "ujarnya.
Evakuasi
Sementara itu kapal KM Sabuk Nusantara 115 yang berada di sekitar lokasi sempat mencoba melakukan penarikan terhadap kapal yang mengalami kerusakan.
Namun upaya tersebut terkendala kondisi gelombang laut yang cukup tinggi, berkisar antara 2,5 hingga 3 meter.
Dilaporkan pula bahwa kapal mengalami kemiringan sekitar 20 derajat, sehingga proses penyelamatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Baca juga: PLN UP3 Ambon Energize RSUD Kabupaten Buru 865 kVA Perkuat Infrastruktur Layanan Kesehatan di Maluku
Operasi SAR
Sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Kantor SAR Ternate, Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Maluku Utara, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ternate, PT PELNI, serta kapal KM Sabuk Nusantara 115.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/KM-Gardha-Nusantara-17-mati-mesin.jpg)