Pemprov Malut
Tutup GPM di Ternate, Sarbin Sehe: Ibu-Ibu Harus Bijak Belanja dan Tak Konsumtif
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menutup rangkaian Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Taduma, Kota Ternate, dengan menitipkan pesan kepada IRT
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menutup rangkaian Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Taduma, Kota Ternate, dengan menitipkan pesan kepada ibu rumah tangga agar bijak mengatur konsumsi dan menghindari pemborosan guna menekan inflasi.
- Pemprov Maluku Utara menyediakan 500 paket sembako murah dalam penutupan GPM, berisi beras, gula, dan minyak goreng dengan harga jauh di bawah pasar.
- Program ini bertujuan membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok jelang Lebaran.
Rilis Humas Pemprov Malut
TRIBUNTERNATE.COM,SOFIFI – Pemerintah Provinsi Maluku Utara sukses menuntaskan rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 Kabupaten/Kota.
Agenda pamungkas ini dipusatkan di Kelurahan Taduma, Kota Ternate pada Senin (16/3/2026), dan dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe.
Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menekankan bahwa kehadiran GPM merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, khususnya kaum ibu, di tengah gejolak harga bahan pokok.
Baca juga: PLN ULPTD Tobelo dan Pemda Halmahera Utara Gelar Gerakan ASRI pada Peringatan HPSN 2026
Ia menyoroti angka inflasi di Kota Ternate yang telah mencapai 6 persen, sedikit di atas rata-rata provinsi yang berada di angka 5,8 persen.
Olehnya itu, Sarbin secara khusus menitipkan dua tugas penting bagi para ibu rumah tangga untuk membantu menekan laju inflasi dari unit terkecil, yakni keluarga.
Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak konsumtif atau keinginan belanja yang berlebihan tanpa perencanaan.
Sarbin juga menyayangkan tingginya angka mubazir makanan selama bulan Ramadan.
"Hasil survei menunjukkan kurang lebih 4 sampai 6 miliar rupiah terbuang percuma setiap malam karena kue-kue yang tidak termakan. Saya minta Ibu-ibu atur dapur dengan baik, beli sesuai kebutuhan agar harga tidak terus melonjak," tegasnya.
Meski demikian, ia memastikan bahwa stok pangan di Maluku Utara dalam kondisi aman, namun rantai pasok yang panjang seringkali menjadi pemicu fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Untuk diketahui, pada penutupan GPM di Kelurahan Taduma ini, Dinas Pangan Maluku Utara menyalurkan sebanyak 500 paket sembako yang dapat ditebus murah menggunakan kupon, dengan total komoditas yang disediakan meliputi: Beras 2,5 Ton, Gula Pasir 1 Ton, Minyak Goreng 1.000 Liter.
"Setiap paket dijual seharga Rp50.000, yang berisi beras 5 kg, gula 2 kg, dan minyak goreng 2 liter. Harga ini jauh di bawah harga pasar, mengingat target pemerintah untuk menjaga harga minyak goreng di kisaran Rp15.700 per liter," ungkap Kadis Pangan Malut, Dheni Tjan.
Baca juga: Festival Ela-Ela 2026, Ternate Bersinar di Malam Lailatul Qadar 1447 Hijriah
Raoda (43), salah satu warga Kelurahan Taduma, dalam kesempatan ini menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif Pemprov Malut.
"Ini adalah kesempatan emas bagi kami. Harga sembako beberapa tahun terakhir melonjak tinggi, jadi kegiatan ini sangat membantu masyarakat kecil," akunya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Malut, Satgas Saber Pangan, Kadis Pangan Malut dan Kota Ternate, Lurah Taduma serta masyarakat. (*)
| Inflasi Maluku Utara Turun 2,03 Persen, Sherly Laos Soroti Ketergantungan Pangan dari Luar |
|
|---|
| Sherly Laos Beri Penghargaan Penurunan Stunting, Kota Ternate Jadi yang Terbaik di Maluku Utara |
|
|---|
| Serahkan Bantuan Mesin Tempel ke Nelayan Dufa-Dufa Ternate, Sherly Laos: Semoga Makin Sejahtera |
|
|---|
| Dugaan Pencemaran Kali Kukuba Hingga Teluk Buli Jadi Sorotan, DLH Malut Janji Kawal Penanganan |
|
|---|
| Bappenas Siapkan Masterplan, Sofifi Diproyeksi Jadi Kota Modern Berkelanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/gpm-sarbin-sehe-1.jpg)