Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gunung Dukono Erupsi

Iwan Ramdani: 3 Pendaki Gunung Dukono Halut Belum Bisa Dinyatakan Meninggal

Iwan Ramdani menegaskan 3 pendaki Gunung Dukono belum dapat dinyatakan meninggal dunia karena hingga kini belum ditemukan

Tayang:
BNPB
ERUPSI - im SAR gabungan telah mengevakuasi 14 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono, terdiri dari tujuh WNA asal Singapura dan tujuh warga Maluku Utara. Korban selamat langsung dibawa ke RSUD Tobelo untuk mendapatkan perawatan, Jumat (8/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Iwan Ramdani menegaskan 3 pendaki Gunung Dukono belum dapat dinyatakan meninggal dunia karena hingga kini belum ditemukan oleh tim SAR gabungan.
  2. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 14 pendaki terdampak erupsi Gunung Dukono, terdiri dari tujuh WNA asal Singapura dan tujuh warga Maluku Utara.
  3. Proses pencarian terhadap dua WNA asal Singapura masih berlangsung. Namun, aktivitas erupsi Gunung Dukono yang masih terjadi membuat tim SAR belum bisa mendekati lokasi yang diduga berada di sekitar kawah.

TRIBUNTERNATE.COM – Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, menegaskan tiga pendaki yang sebelumnya dikabarkan meninggal akibat erupsi Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, belum dapat dipastikan karena hingga kini belum ditemukan.

“Untuk tiga pendaki kami belum bisa menyatakan meninggal, karena posisi belum ditemukan,” kata Iwan, Jumat (8/5/2026).

Menurut Iwan, tim SAR gabungan saat ini masih terus melakukan proses pencarian dan evakuasi di kawasan Gunung Dukono yang masih mengalami erupsi.

Baca juga: Erupsi Gunung Dukono, Basarnas Ternate: 14 Pendaki Telah Dievakuasi, Lainnya Masih Dicari

Hingga saat ini, lanjut Iwan, Basarnas bersama tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasi 14 orang pendaki, terdiri dari tujuh warga negara asing asal Singapura dan tujuh warga Maluku Utara.

Selain itu, masih terdapat dua warga negara asing asal Singapura yang dilaporkan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Iwan menjelaskan, dua pendaki tersebut diperkirakan berada di sekitar kawah Gunung Dukono.

Namun, aktivitas erupsi yang masih berlangsung membuat tim SAR belum dapat mendekati lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban.

“Posisi diperkirakan berada dekat kawah. Erupsi masih terus berlangsung sehingga tim SAR belum bisa merapat ke titik yang diduga ada dua orang hilang,” ujarnya.

Ia menyebutkan proses evakuasi dilakukan dalam dua tahap, yakni pada pukul 13.33 WIT dan 15.30 WIT.

Kata Iwan, 14 pendaki yang berhasil dievakuasi langsung dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Tobelo untuk mendapatkan penanganan medis.

"Basarnas bersama tim SAR gabungan masih menghadapi tantangan berat, karena aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang hingga kini belum mereda," tandasnya.

Status Gunung Dukono waspada

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada Status Level II atau Waspada.

Gunung api yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara tersebut sebelumnya sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025. Namun, sejak akhir Maret 2026 aktivitas erupsi kembali meningkat cukup intensif.

Berdasarkan laporan Badan Geologi, sejak 30 Maret 2026 tercatat terjadi sebanyak 199 kali erupsi magmatik eksplosif dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak.

Erupsi terbaru terjadi pada Jumat (8/5/2026) pukul 07.41 WIT disertai suara dentuman lemah hingga kuat.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved