Sabtu, 9 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa di Malut

Update BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,6 di Malut-Sulut Berakhir

BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,6 telah berakhir setelah pemantauan lanjutan

Tayang:
Dok BMKG
PERINGATAN DINI BERAKHIR - BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,6 telah berakhir setelah pemantauan lanjutan. Gempa terjadi di laut, 129 km tenggara Bitung, dengan kedalaman 62 km. 
Ringkasan Berita:
  1. BMKG menyatakan peringatan dini tsunami akibat gempa M7,6 telah berakhir setelah pemantauan lanjutan.
  2. Gempa terjadi di laut, 129 km tenggara Bitung, dengan kedalaman 62 km.
  3. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi resmi.

TRIBUNTERNATE.COM – Peringatan dini tsunami akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026), dinyatakan berakhir.

Informasi tersebut disampaikan oleh BMKG setelah dilakukan pemantauan lanjutan terhadap kondisi laut dan aktivitas gempa.

Gempa terjadi pada pukul 05.48.16 WIB dengan pusat berada di laut, sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara.

Baca juga: Wakil Ketua Komisi Yudisial Kuliah Umum di FH Unkhair Ternate, Soroti Peran Hakim Non Karier

Adapun lokasi gempa berada pada koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer.

Sebelumnya, gempa kuat tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Namun, berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, peringatan dini tsunami yang dikeluarkan telah dicabut atau dinyatakan berakhir.

Meski demikian, masyarakat khususnya di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Rumah Warga dan Tempat Ibadah Rusak

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Tenggara Bitung, Sulawesi Utara terasa kuat hingga Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi, menunjukkan dampaknya di sejumlah wilayah.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya sebuah gereja di Kecamatan Batang Dua serta satu unit rumah warga di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, bangunan Gereja Kalvari di Kelurahan Lelewi, Kecamatan Batang Dua, mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan gempa.

Kepanikan bertambah ketika warga melihat air laut sempat surut, sehingga banyak masyarakat memilih mengungsi ke area gunung untuk menghindari potensi tsunami.

Selain itu, satu rumah warga di Kelurahan Gambesi juga dilaporkan terdampak dan mengalami kerusakan. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerusakan secara keseluruhan maupun adanya korban jiwa.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribunternate.com sejumlah rumah dilaporkan rusak.

Terdampak parah yakni di Pulau Batang Dua Ternate mulai dari:

  • Gereja GKPMI Imanuel Lelewi dilaporkan rusak berat.
  • Gereja GPDI Lelewi plafon ambruk.
  • Gereja Kalvari Bido plafon keramik lantai dan dinding rusak.
  • Gereja GPM Tifure rusak ringan.
  • Gereja Kalvari Pante Sagu rusak ringan.

Sejumlah rumah juga ikut rusak saat ini petugas masih melakukan pendataan

Rumah Rusak di Kota Ternate:

  • Rumah Aminah Asek di lingkungan RT 07 Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan.

Pemkot Ternate Dirikan Posko Tanggap Bencana

Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate mendirikan posko tanggap darurat untuk melayani warga terdampak.

Posko dipusatkan di eks Kantor Wali Kota Ternate sebagai pusat informasi, pendataan, dan pelayanan bagi masyarakat.

Sekretaris Kota (Sekkot) Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan posko ini diperuntukkan bagi seluruh warga terdampak, terutama yang mengalami kerusakan rumah.

“Hari ini kami membuat posko di eks kantor walikota untuk update informasi gempa. Kami juga diminta oleh wali kota untuk terus berkoordinasi, khususnya di Batang Dua,” kata Rizal saat dikonfirmasi di kantor eks Wali Kota Ternate, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebut, sementara ini wilayah yang terdampak paling signifikan berada di Kecamatan Pulau Batang Dua, dengan laporan kerusakan pada rumah ibadah dan rumah warga.

Baca juga: Update Gempa M 7,6: Rumah dan Gereja Rusak, Pemkot Ternate Dirikan Posko Darurat

Pemkot Ternate juga terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selain itu, pemerintah daerah berencana meninjau kondisi di Batang Dua.

“Mungkin hari ini kami berencana ke Batang Dua siang atau sore untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” katanya.

Masyarakat diimbau memanfaatkan posko yang telah disediakan serta tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved