Halmahera Barat
5 Pemuda Mabuk Bawa Sajam Ngamuk di Jalanan, Warga Halbar Resah
Lima pemuda diduga mabuk minuman keras mengamuk sambil membawa parang di Desa Gamomeng, Halmahera Barat, hingga membuat warga panik
Penulis: Randi Basri | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Lima pemuda diduga mabuk minuman keras mengamuk sambil membawa parang di Desa Gamomeng, Halmahera Barat, hingga membuat warga panik.
- Aksi tersebut memicu keributan di jalan dan sempat melibatkan tokoh masyarakat yang berusaha menenangkan, namun mendapat perlawanan.
- Kasus ini telah dilaporkan ke polisi dan masih dalam penyelidikan, dengan dugaan motif dipicu masalah pengelolaan galian pasir dan pengaruh miras.
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Warga di Desa Gamomeng, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dihebohkan dengan aksi brutal sekelompok pemuda bersenjata tajam (sajam) yang membuat onar di jalanan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.20 WIT itu memicu kepanikan warga dan mengganggu arus lalu lintas di ruas Jalan Ngaru Uis.
Informasi yang dihimpun TribunTernate.com, lima pemuda yang diduga mabuk datang sambil membawa parang dan membuat keributan di jalan raya.
Baca juga: Dampak Gempa 7,6, Air Laut di Jorjoga Taliabu Sempat Pasang Surut
Mereka berteriak-teriak, bahkan memukul tiang listrik hingga menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan.
Kelima pemuda tersebut masing-masing AH alias Afel, FF alias Frans, CL alias Ceng, BH alias Berly dan SN alias Sors.
Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polres Halmahera Barat atas dugaan tindak pidana perbuatan yang tidak menyenangkan.
Laporan polisi itu tertuang dalam laporan polisi nomor : B/70/IV/2026/Res Halbar tertanggal Jailolo 1 April 2026 yang ditandatangani oleh Pamapta I Polres Halmahera Barat Iptu Reinhard Roberd.
Salah satu saksi berinama Uny mengungkapkan, situasi semakin tidak terkendali saat warga mulai berkumpul akibat ulah para pelaku.
“Awalnya mereka datang sudah dalam keadaan mabuk, langsung bikin ribut sambil bawa parang. Warga jadi takut karena mereka juga teriak-teriak dan pukul tiang listrik,” ujar Uny.
Sekitar pukul 23.40 WIT, tokoh masyarakat bersama Ketua BUMDes setempat berupaya menenangkan situasi.
Namun, upaya tersebut justru mendapat perlawanan. Para pelaku melontarkan cacian dan makian, bahkan sempat terjadi aksi saling rebut sajam yang diduga hendak digunakan untuk menyerang Ketua BUMDes.
Melihat situasi semakin berbahaya, tokoh masyarakat dan Ketua BUMDes memilih meninggalkan lokasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Ketua BUMDes Gamomeng, Bosgar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Halmahera Barat sekitar pukul 01.40 WIT.
Dugaan sementara, aksi nekat para pemuda ini dipicu ketidakpuasan terhadap pengelolaan galian pasir yang dilakukan oleh BUMDes setempat.
Baca juga: 12 Ramalan Cinta Zodiak Jumat 3 April 2026, Prediksi Bintang soal Hubungan dan Emosi
Selain itu, faktor konsumsi minuman keras juga disebut menjadi pemicu utama keributan.
“Secara resmi laporan sudah kami buat di Polres Halmahera Barat,” jelas Ketua BUMDes Gamomeng, Bosgar, saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Hingga kini, pihak Polres Halmahera Barat masih mendalami kasus tersebut dan berpotensi menindak para pelaku atas dugaan membawa senjata tajam serta mengganggu ketertiban umum. (*)
| Djino Dian Talakua Jabat Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Barat |
|
|---|
| Polisi Selidiki 66 Aktivitas Tambang Pasir di Halmahera Barat, Diduga Ilegal dan Bocorkan PAD |
|
|---|
| Sengketa Lahan Dodinga Halbar Masuki Tahap Pencocokan Objek, PN Ternate Kaji Kelanjutan Eksekusi |
|
|---|
| Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Sekda Halmahera Barat Julius Marau Terkait Kasus Ini |
|
|---|
| KUPP Jailolo Imbau Nahkoda dan Nelayan Waspadai Cuaca Buruk di Perairan Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Bumdes-halbar-sajam.jpg)