Gempa di Malut
Dampak Gempa 7,6, Air Laut di Jorjoga Taliabu Sempat Pasang Surut
Gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara turut dirasakan di Taliabu, terutama di Desa Jorjoga dan Bobong
Penulis: Laode Havidl | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara turut dirasakan di Taliabu, terutama di Desa Jorjoga dan Bobong.
- Warga melaporkan fenomena air laut pasang surut berulang di Teluk Jorjoga dengan arus cukup kencang saat gempa terjadi.
- Tidak ada kerusakan signifikan, kecuali satu unit karamba lobster warga yang roboh akibat arus laut.
TRIBUNTERNATE.COM, TALIABU - Fenomena air laut pasang surut beberapa kali terjadi di Teluk Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, saat gempa bumi magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Maluku Utara-Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pagi.
Peristiwa tersebut disaksikan langsung warga setempat yang merasakan perubahan arus laut cukup kuat saat gempa berlangsung.
Salah satu warga Desa Jorjoga, Daeng Arman, mengungkapkan bahwa air laut bergerak naik turun secara tidak biasa, menyerupai arus sungai yang deras.
Baca juga: Wakil Gubernur Maluku Utara Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Loloda, Halmahera Barat
“Pada saat gempa tadi, air ini seperti di sungai pasang surut-pasang surut arus kencang di sini,” ujarnya dalam keterangan video.
Fenomena tersebut berdampak pada satu unit karamba lobster miliknya yang berada di teluk desa. Karamba tersebut dilaporkan roboh akibat dorongan arus yang kuat.
Selain di Jorjoga, gempa juga terasa di Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, yang merupakan pusat ibu kota kabupaten.
“Iya tadi pagi saya rasa gempa, tapi tidak lama,” kata Okta, warga Bobong.
Hal serupa disampaikan Baha yang mengaku terbangun karena getaran gempa.
Baca juga: Pererat Silaturahmi Lewat Olahraga, Pelti Ternate dan Danrem 152/Baabullah Gelar Tenis Bersama
“Saya tadi terbangun karena terasa gempa,” ujarnya.
Meski demikian, secara umum kondisi bangunan perkantoran maupun rumah warga di wilayah Taliabu dilaporkan tetap aman dan tidak mengalami kerusakan berarti.
Gempa bumi magnitudo 7,6 tersebut memang berpusat di wilayah Sulawesi Utara, namun getarannya turut dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Maluku Utara, termasuk Pulau Taliabu. (*)
| Gempa M7,6: Gubernur Malut Sherly Laos Minta Warga Pesisir Ternate hingga Halmahera Jauhi Pantai |
|
|---|
| Dampak Gempa M7,6 Malut-Sulut, Karamba Lobster Warga Jorjoga Taliabu Ambruk |
|
|---|
| BMKG Catat 35 Gempa Susulan, Warga Ternate dan Halbar Diminta Evakuasi Mandiri |
|
|---|
| Update BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,6 di Malut-Sulut Berakhir |
|
|---|
| Update Gempa M 7,6: Rumah dan Gereja Rusak, Pemkot Ternate Dirikan Posko Darurat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/air-laut-pasang-surut.jpg)