Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Gempa di Malut

Pemkot Ternate Tetapkan Siaga Bencana 14 Hari Pasca Gempa M7,6 Guncang Sulut-Malut

Penetapan status tanggap darurat (14 hari) mulai diberlakukan hari ini (kamis) sebagai langkah percepatan penanganan bencana secara terkoordinasi

Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Dok Pemkot Ternate
DARURAT: Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman saat memimpin rapat tanggap darurat bencana gempa, Kamis (2/4/2026). Hasil dari rapat tersebut ialah pemerintah daerah memberlakukan siaga bencana selama 14 hari ke depan 
Ringkasan Berita:1. Pemkot Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana 14 hari, pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6
2. Penetapan status tanggap darurat mulai diberlakukan hari ini sebagai langkah percepatan penanganan bencana secara terkoordinasi.
3. Tauhid Soleman: "Saya juga sudah perintahkan BPBD untuk bergerak ke lokasi terdampak di Batang Dua, Moti dan Pulau Ternate"

TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Pemkot Ternate menetapkan status tanggap darurat bencana 14 hari, pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara (Sulut)- Maluku Utara (Malut), Kamis (2/4/2026) pagi. 

Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman mengatakan, penetapan status tanggap darurat mulai diberlakukan hari ini sebagai langkah percepatan penanganan bencana secara terkoordinasi.

"Hari ini (kemarin) surat keputusan status tanggap darurat bencana akan saya tandatangani."

"Saya juga sudah perintahkan BPBD untuk bergerak ke lokasi terdampak di Batang Dua, Moti dan Pulau Ternate, "kata Wali Kota usai rapat penanggulangan bencana, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Kapolda Maluku Utara Geser Anggota dan Beri Bantuan ke Warga Terdampak Gempa

Ia menjelaskan, dalam masa tanggap darurat, pemerintah akan fokus pada langkah awal seperti pendataan dampak serta penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Menurut Tauhid, sejumlah infrastruktur dasar dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa, termasuk rumah ibadah, sekolah, dan rumah warga di wilayah Batang Dua dan Pulau Ternate. Beberapa sekolah bahkan meliburkan aktivitas belajar mengajar.

DARURAT: Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman saat memimpin rapat tanggap darurat bencana gempa, Kamis (2/4/2026). Hasil dari rapat tersebut ialah pemerintah daerah memberlakukan siaga bencana selama 14 hari ke depan
DARURAT: Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman saat memimpin rapat tanggap darurat bencana gempa, Kamis (2/4/2026). Hasil dari rapat tersebut ialah pemerintah daerah memberlakukan siaga bencana selama 14 hari ke depan (Dok Pemkot Ternate)

"Masyarakat sempat panik saat gempa terjadi, namun saat ini kondisi mulai berangsur normal, "katanya.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Daerah Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, pihaknya telah melakukan kaji cepat serta mengaktifkan posko tanggap darurat di eks Kantor Wali Kota Ternate.

Baca juga: Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut-Malut, Pegawai Polda Maluku Utara di Sofifi Berhamburan

"Hari ini satgas mulai menyalurkan bantuan kebutuhan pokok untuk korban di Pulau Batang Dua. Tim juga diturunkan untuk mendata korban dan infrastruktur yang terdampak, "ujarnya.

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada pagi hari. 

Gempa berpusat di koordinat 1,25 Lintang Utara dan 126,27 Bujur Timur dengan kedalaman 62 kilometer, dan dirasakan di sejumlah daerah, termasuk Ternate, Tidore Kepulauan, Sofifi, serta wilayah Bitung, Manado dan Minahasa di Sulawesi Utara. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved