Senin, 4 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bentrok di Halmahera Tengah

Polres Halmahera Timur Gelar Deklarasi Damai, Perkuat Toleransi dan Cegah Konflik Sosial

"Deklarasi damai ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk menolak segala bentuk kekerasan, "tegas Wakapolres Haltim Kompol Ayub Patty

Tayang:
Penulis: Amri Bessy | Editor: Munawir Taoeda
Dok Polres Halmahera Timur
KOMITMEN: Foto bersama usai deklarasi damai yang diinisiasi Polres Halmahera Timur, Sabtu (3/4/2026) malam. Pada kesempatan itu Wakapolres Halmahera Timur Kompol Ayub Patty mengatakan Komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat 
Ringkasan Berita:1. Polres Halmahera Timur, Maluku Utara bersama Pemerintah Kecamatan Maba, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Karang Taruna melaksanakan Deklarasi Damai, Sabtu (4/4/2026) malam
2. Deklarasi ini merupakan langkah strategis untuk meredam potensi konflik sosial yang dipicu oleh isu-isu yang berkembang di Kecamatan Patani, Halmahera Tengah
3. Wakapolres: "Deklarasi damai ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk menolak segala bentuk kekerasan"

TRIBUNTERNATE.COM, MABA - Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Polres Halmahera Timur, Maluku Utara bersama Pemerintah Kecamatan Maba, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Karang Taruna melaksanakan Deklarasi Damai, Sabtu (4/4/2026) malam.

Deklarasi berlangsung di Resto Sudut Hati, Desa Sailal, Kecamatan Maba tersebut dihadiri Wakapolres Halmahera Timur Kompol Ayub Patty, Kapolsek Maba AKP Fegi Hendra Laramunde, KBO Intelkam Polres Ipda Toha Gojali dan juga Camat Maba Yohanis Tahalele.

Turut hadir pula anggota DPRD Halmahera Timur Kroston Batawi, perwakilan FKUB, para kepala desa, tokoh adat serta pemuda Karang Taruna setempat.

Baca juga: Danrem dan Kapolda Maluku Utara Turun Tangan Pulihkan Situasi Pascabentrok di Halmahera Tengah

Deklarasi ini merupakan langkah strategis untuk meredam potensi konflik sosial yang dipicu oleh isu-isu yang berkembang di Kecamatan Patani, Halmahera Tengah dan dikaitkan dengan masyarakat Halmahera Timur.

Dalam deklarasi, seluruh elemen yang hadir bersepakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, baik yang beredar di media sosial (Medsos) maupun dari pembicaraan warga.

Masyarakat diimbau juga untuk menyerahkan sepenuhnya penanganan masalah kepada pihak kepolisian guna menghindari terjadinya konflik horizontal.

KOMITMEN: Foto bersama usai deklarasi damai yang diinisiasi Polres Halmahera Timur, Sabtu (3/4/2026) malam. Pada kesempatan itu Wakapolres Halmahera Timur Kompol Ayub Patty mengatakan Komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat
KOMITMEN: Foto bersama usai deklarasi damai yang diinisiasi Polres Halmahera Timur, Sabtu (3/4/2026) malam. Pada kesempatan itu Wakapolres Halmahera Timur Kompol Ayub Patty mengatakan Komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat (Dok Polres Halmahera Timur)

Wakapolres Halmahera Timur Kompol Ayub Patty mengapresiasi kehadiran seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga stabilitas keamanan.

"Komunikasi dan silaturahmi menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya perpecahan di tengah masyarakat, "tegas Kompol Ayub.

Dilain sisi Wakapolres juga menyoroti dinamika sosial ke depan, khususnya terkait aktivitas perusahaan tambang di Halmahera Timur yang berpotensi menimbulkan tantangan baru bagi ketertiban masyarakat.

"Kami meminta seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan pemuda untuk terus berperan aktif menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah persatuan, "pintanya.

Baca juga: Halmahera Tengah Kini Terkendali, Polisi Minta Warga yang Mengungsi ke Hutan Kembali ke Rumahnya

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan tindakan sepihak seperti sweeping, pengerahan massa maupun aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

Peran tokoh agama dan masyarakat dinilai sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada warga agar tetap menjaga kerukunan dan toleransi.

"Deklarasi damai ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk menolak segala bentuk kekerasan, serta menjaga persatuan di Halmahera Timur, "tandas Wakapolres. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved