Gempa di Malut
Gercep, Pemkot Ternate Distribusi Bantuan ke Warga Terdampak Gempa di Kecamatan Batang Dua
Bantuan yang diberikan di antaranya beras, mie instan, air mineral, tikar/matras, terpal, minyak goreng, telur, paket sembako dan lain sebagainya
Penulis: Randi Basri | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Pemkot Ternate terus berupaya meningkatkan layanan kepada warga khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua
2. Pasalnya tercatat ratusan warga masih mengungsi dan rumah rusak dampak dari gempa magnitudo 7,6, yang mengguncang kecamatan tersebut pada Kamis, 2 April 2026 lalu
3. Akibat gempa, tercatat 233 bangunan kerusakan baik rumah maupun fasilitas umum dan ratusan warga masih mengungsi
TRIBUNTERNATE.COM, TERNATE - Pemkot Ternate, Maluku Utara terus berupaya meningkatkan layanan kepada warga khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Pasalnya tercatat ratusan warga masih mengungsi dan rumah rusak dampak dari gempa magnitudo 7,6, yang mengguncang kecamatan tersebut pada Kamis, 2 April 2026 lalu.
Akibat gempa, tercatat 233 bangunan kerusakan baik rumah maupun fasilitas umum dan ratusan warga masih mengungsi.
Data tersebut dirilis oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim).
Baca juga: UPDATE: Gempa Susulan M7,6 Malut Menurun, BMKG Imbau Warga Tetap Tenang
Informasi yang diperoleh TribunTernate.com, pasca gempa, Pemkot Ternate bergerak cepat (gercep) dengan menyalurkan bantuan.
Bantuan tahap I disalurkan oleh Sekkot Ternate Rizal Marsaoly menggunakan kapal milik KSOP Ternate.
Bantuan yang dibawa tim penanganan bencana gempabumi berupa bahan kebutuhan pokok, beras, perlengkapan tidur, terpal, family kid, mie instan, minyak goreng dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Di antaranya satu ton beras, 350 paket makanan siap saji, 50 rak telur, mie instan 100 kardus.
Selain itu, ada juga bantuan berupa paket perlengkapan bayi, lansia dan wanita (popok anak dan bayi, minyak kayu putih, pembalut wanita dan popok lansia).
Di sana Rizal Marsaoly meninjau titik terdampak di Kelurahan Lelewi, Bido, Mayau, Perum, Tifure dan Pante Sagu.
Ia berdialog dengan warga, mendengar keluhan, sekaligus memastikan mereka merasa aman dan diperhatikan.
Ia juga memimpin pertemuan dengan Sekretaris Kecamatan Rosalina Mangolo, para lurah, dan tim tanggap darurat.
Hingga memimpin apel gabungan TNI/Polri, Baznas, dan BPBD untuk memperkuat koordinasi di lapangan.
Dikatakan, kehadiran pemerintah bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan warga terdampak mendapat pelayanan kesehatan.
"Kedatangan kami selain menggunakan kapal KSOP juga membawa ambulans laut."
"Jadi bukan hanya logistik seperti beras dan kebutuhan pokok lainnya, tetapi juga obat-obatan, "ujar Rizal Marsaoly.
Bantuan pun kembali disalurkan pada tahap II yang dipimpin Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman bersama Marliza M Tauhid selaku Ketua TP-PKK Kota Ternate.
Rombongan Wali Kota menuju Pulau Mayau menggunakan kapal KN SAR Pandudewanata milik Basarnas Ternate.
Berdasarkan data rekap penyaluran, total logistik tahap II yang disalurkan mencapai 1.503 paket/barang, dengan sisa stok sebanyak 674 paket.
Bantuan yang diberikan meliputi beras, mie instan, air mineral, tikar/matras, terpal, minyak goreng, telur, paket sembako, selimut, tenda pengungsi, family kit, popok bayi, pembalut, serta kebutuhan bayi dan lansia lainnya.
Selain menyalurkan bantuan tahap II, Walikota dan Ketua TP-PKK menyambangi lokasi-lokasi pengungsian di Kelurahan Mayau, Lelewi, Perum Bersatu, dan Kelurahan Bido di Pulau Mayau.
Wali Kota menyampaikan empati kepada warga terdampak dan mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.
"Jangan panik, tetap waspada dan terus berkoordinasi. Sampai siang ini gempa-gempa kecil masih terjadi, "tuturnya.
Wali Kota juga mengapresiasi kesiapsiagaan warga Batang Dua dalam menghadapi bencana, terutama terkait mitigasi.
Ia meminta para pengungsi memantau kondisi wilayah dan terus berkoordinasi dengan aparat Kelurahan maupun Kecamatan.
"Pemerintah tetap hadir untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, "kata Wali Kota saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
"Ini adalah musibah yang diberi Tuhan, mudah-mudahan kita semua dapat melewatinya, "lanjutnya.
Terpisah Ketua TP-PKK Marliza M. Tauhid, turut berbincang dengan warga, memberi motivasi agar tetap bersemangat dan tidak panik.
Serta mendorong warga terus membangun koordinasi dengan aparat pemerintah guna memastikan keselamatan dan kebutuhan terpenuhi.
Marliza juga menegaskan bahwa pemerintah kota hadir untuk mendukung penuh warga terdampak gempa, sekaligus mengapresiasi pengetahuan warga Batang Dua dalam mitigasi bencana.
"Mereka sudah mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, ini harus diapresiasi, "kata Marliza saat berbincang dengan warga.
Berikut Data 233 Unit Bangunan Yang Rusak Saat Gempa di Kecamatan Pulau Batang Dua:
- Kelurahan Lelewi tercatat 87 bangunan rusak, terdiri dari 31 rumah rusak ringan, 29 rusak sedang, dan 23 rusak berat. Selain itu, terdapat satu unit kantor rusak ringan serta tiga gereja, masing-masing satu rusak ringan dan dua rusak berat.
- Kelurahan Bido, sebanyak 36 bangunan terdampak, meliputi 23 rumah rusak ringan dan 13 rusak berat, serta dua gereja rusak berat.
- Kelurahan Perum Bersatu, terdapat 11 bangunan rusak, terdiri dari tiga rumah rusak ringan 4 rusak sedang, dan 4 rusak berat.
- Kelurahan Mayau menjadi wilayah dengan dampak cukup besar dengan total 90 bangunan rusak, yakni 43 rumah rusak ringan, 22 rusak sedang, dan 21 rusak berat. Selain itu, satu unit sekolah mengalami rusak ringan, satu gereja rusak sedang, dan dua gereja rusak berat.
Baca juga: Warga Bokimiake Halmahera Selatan Swadaya Perbaiki Jembatan Ambruk Akibat Gempa
Di Kelurahan Tifure, tercatat sembilan bangunan rusak, terdiri dari enam rusak ringan dan tiga rusak sedang.
Secara keseluruhan, kerusakan meliputi 104 rumah rusak ringan, 58 rusak sedang, dan 61 rusak berat. Selain itu, satu fasilitas kantor dan satu sekolah mengalami rusak ringan, serta delapan gereja dengan rincian satu rusak ringan, satu rusak sedang, dan enam rusak berat.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga menyebabkan warga mengungsi. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 715 warga masih berada di lokasi pengungsian, terutama di Kelurahan Mayau dan Perum Bersatu. (*)
| Gerak Cepat, PUPR Maluku Utara Sisir Kerusakan Sejumlah Gereja di Kecamatan Batang Dua Pascagempa |
|
|---|
| BMKG Pastikan Ancaman Tsunami Berakhir, Warga Batang Dua Ternate Diminta Kembali ke Permukiman |
|
|---|
| Pemkot Ternate Pertimbangkan Perpanjang Status Tanggap Darurat Gempa |
|
|---|
| Siswa SMAN 11 Ternate di Kecamatan Batang Dua Bersiap Ujian di Tengah Trauma Gempa |
|
|---|
| Sherly Laos: Percepat Bantuan dan Relokasi Pascagempa M7,6 di Kecamatan Batang Dua Ternate |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Wali-Kota-Ternate-melihat-dan-memberikan-bantuan-kemanusiaan-ke-warga-terdampak-gempa-di-Batang-Dua.jpg)