Sabtu, 18 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Puting Beliung

Warga Pulau Makian Halmahera Selatan Mulai Bangkit Pascabencana Puting Beliung

Berdasarkan laporan BPBD Maluku Utara yang dirilis Kamis (16/4/2026), bencana terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 03:00 WIT

Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Istimewa
PUTING BELIUNG - Bencana puting beliung yang melanda Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, menyebabkan 53 rumah warga mengalami kerusakan. BPBD mencatat 26 rumah rusak sedang dan 27 rusak ringan, tanpa adanya korban jiwa. Sebanyak 49 rumah di Desa Rabutdaiyo menjadi yang paling terdampak dalam peristiwa puting beliung di Pulau Makian, Kamis (16/4/2026). 
Ringkasan Berita:1. Cuaca ekstrem yang disertai angin puting beliung menerjang Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan
2. Walhasil puluhan rumah warga mengalami kerusakan dari akibat dari bencana alam tersebut
3. Berdasarkan laporan BPBD Maluku Utara yang dirilis Kamis (16/4/2026), bencana terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 03:00 WIT

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Cuaca ekstrem yang disertai angin puting beliung menerjang Kecamatan Pulau Makian, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Walhasil puluhan rumah warga mengalami kerusakan dari akibat dari bencana alam tersebut.

Berdasarkan laporan BPBD Maluku Utara yang dirilis Kamis (16/4/2026), bencana terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 03:00 WIT.

Tiga desa terdampak yakni Desa Rabutdaiyo, Desa Dalam dan Desa Gorub.

Baca juga: Jumlah Rumah Rusak di Pulau Makian Halsel Akibat Puting Beliung Bertambah

Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara Fehby Alting menyebutkan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik berat maupun ringan.

Akan tetapi sebanyak 26 kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. Kerusakan bangunan didominasi rumah warga.

Tercatat 26 unit rumah mengalami kerusakan sedang dan 27 unit lainnya mengalami kerusakan ringan.

GEMPA - Kepala BPBD Maluku Utara Fheby Alting melaporkan gempa M 7,6 pada 2 April 2026 masih dalam tahap pendataan dampak di berbagai wilayah. Kota Ternate mengalami dampak cukup signifikan, sementara daerah lain seperti, Jumat (3/4/2026).
Kepala BPBD Maluku Utara Fheby Alting (TribunTernate.com)

Sementara itu rumah ibadah, sarana pendidikan serta fasilitas pelayanan publik dilaporkan tidak mengalami kerusakan.

Saat ini BPBD Maluku Utara bersama BPBD Halmahera Selatan telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari pemantauan kondisi di lapangan, koordinasi dengan pemerintah setempat hingga investigasi dan pendataan dampak bencana.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga Makian Rusak Akibat Puting Beliung, DPRD Halsel Soroti Lambannya Respons Pemda

"Saat ini kondisi di wilayah terdampak mulai kondusif dan aktivitas masyarakat berangsur kembali normal."

"Meski demikian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang serta angin kencang masih berpotensi terjadi, "ujar Fehby saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2026).

Ia juga menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah rehabilitasi rumah warga yang rusak agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman. (*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved