Senin, 11 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pemprov Malut

Dorong UMKM Naik Kelas, BI dan Pemprov Maluku Utara Gaspol Digitalisasi: Tembus Pasar Nasional

"penguatan UMKM tak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, "ucap Gubernur Malut Sherly Laos

Tayang:
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Dok: Biro Adpim Setda Pemprov Malut
KOLABORASI: Gubernur Malut Sherly Laos disela-sela berbicara dalam acara tersebut. Dikatakan, pasar bagi produk UMKM di daerah kepulauan masih relatif sempit jika hanya mengandalkan penjualan konvensional 
Ringkasan Berita:1. BI Maluku Utara bersama Pemprov Maluku Utara memperkuat pengembangan UMKM melalui pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Bela Hotel Ternate, Senin (20/4/2026)
2. Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis
3. Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis

TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara bersama Pemprov Maluku Utara memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Bela Hotel Ternate, Senin (20/4/2026).

Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis.

Melalui digitalisasi, produk lokal Maluku Utara didorong agar mampu menjangkau konsumen secara nasional.

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan pasar bagi produk UMKM di daerah kepulauan masih relatif sempit jika hanya mengandalkan penjualan konvensional.

Baca juga: Tim Pansus LKPJ 2025 Temukan Kondisi Jalan Rusak Meningkat Sepanjang 317 Kilometer

Karena itu, transformasi digital dinilai menjadi solusi penting untuk memperluas jaringan pemasaran.

"Dengan adanya pelatihan penjualan secara digital atau online, produk lokal Maluku Utara tidak hanya terbatas secara geografis, tetapi bisa dipasarkan hingga tingkat nasional, "ujar Sherly Laos.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari komunikasi bisnis, branding, digital marketing, hingga strategi pengembangan usaha.

Pemerintah daerah berharap program ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.

Baca juga: DPC PKB Taliabu Gelar Muscab II, 4 Nama Calon Ketua Diusulkan ke DPP

Sherly Laos menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem inkubator bisnis bagi UMKM Maluku Utara agar dapat naik kelas dan memiliki daya saing nasional.

"Ini adalah langkah awal yang baik sebagai sebuah inkubator untuk memberikan pelatihan kepada UMKM Maluku Utara agar bisa naik kelas dan menjual produknya di pasar yang lebih luas melalui digital, "katanya.

Kolaborasi antara BI dan Pemprov Maluku Utara ini diharapkan menjadi pendorong lahirnya lebih banyak UMKM unggulan yang mampu membawa produk khas daerah menembus pasar nasional, bahkan hingga ke pasar ekspor.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved