Pemprov Malut
Dorong UMKM Naik Kelas, BI dan Pemprov Maluku Utara Gaspol Digitalisasi: Tembus Pasar Nasional
"penguatan UMKM tak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, "ucap Gubernur Malut Sherly Laos
Penulis: Sansul Sardi | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. BI Maluku Utara bersama Pemprov Maluku Utara memperkuat pengembangan UMKM melalui pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Bela Hotel Ternate, Senin (20/4/2026)2. Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis3. Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis
TRIBUNTERNATE.COM, SOFIFI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara bersama Pemprov Maluku Utara memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Bela Hotel Ternate, Senin (20/4/2026).
Program ini diarahkan untuk menjawab tantangan utama UMKM di wilayah kepulauan, yakni keterbatasan akses pasar akibat hambatan geografis.
Melalui digitalisasi, produk lokal Maluku Utara didorong agar mampu menjangkau konsumen secara nasional.
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan pasar bagi produk UMKM di daerah kepulauan masih relatif sempit jika hanya mengandalkan penjualan konvensional.
Baca juga: Tim Pansus LKPJ 2025 Temukan Kondisi Jalan Rusak Meningkat Sepanjang 317 Kilometer
Karena itu, transformasi digital dinilai menjadi solusi penting untuk memperluas jaringan pemasaran.
"Dengan adanya pelatihan penjualan secara digital atau online, produk lokal Maluku Utara tidak hanya terbatas secara geografis, tetapi bisa dipasarkan hingga tingkat nasional, "ujar Sherly Laos.
Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya pada sisi pemasaran, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari komunikasi bisnis, branding, digital marketing, hingga strategi pengembangan usaha.
Pemerintah daerah berharap program ini menjadi ruang pembinaan berkelanjutan bagi pelaku usaha lokal.
Baca juga: DPC PKB Taliabu Gelar Muscab II, 4 Nama Calon Ketua Diusulkan ke DPP
Sherly Laos menyebut pelatihan ini sebagai langkah awal dalam membangun ekosistem inkubator bisnis bagi UMKM Maluku Utara agar dapat naik kelas dan memiliki daya saing nasional.
"Ini adalah langkah awal yang baik sebagai sebuah inkubator untuk memberikan pelatihan kepada UMKM Maluku Utara agar bisa naik kelas dan menjual produknya di pasar yang lebih luas melalui digital, "katanya.
Kolaborasi antara BI dan Pemprov Maluku Utara ini diharapkan menjadi pendorong lahirnya lebih banyak UMKM unggulan yang mampu membawa produk khas daerah menembus pasar nasional, bahkan hingga ke pasar ekspor.(*)
| dr Julys Giscard: Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara Masih Tinggi |
|
|---|
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Ungkap Penyebab Inflasi: Ombak Tinggi Bikin Harga Ikan Naik |
|
|---|
| TPID Maluku Utara Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Idul Adha 2026 |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Turun 2,03 Persen, Sherly Laos Soroti Ketergantungan Pangan dari Luar |
|
|---|
| Sherly Laos Beri Penghargaan Penurunan Stunting, Kota Ternate Jadi yang Terbaik di Maluku Utara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Gubernur-Maluku-Utara-berbicara-soal-UMKM.jpg)