Halmahera Selatan
Dua Pekan Pasca Puting Beliung, Rumah Warga Makian Belum Diperbaiki Pemkab Halsel
Sebanyak 53 rumah warga di Pulau Makian, Halmahera Selatan, rusak akibat puting beliung pada 14 April 2026, namun hingga kini belum diperbaiki
Penulis: Nurhidayat Hi Gani | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 53 rumah warga di Pulau Makian, Halmahera Selatan, rusak akibat puting beliung pada 14 April 2026, hingga kini belum diperbaiki oleh pemerintah daerah.
- Warga terdampak terpaksa bertahan dengan atap darurat menggunakan terpal dan seng bekas, sementara bantuan yang diberikan Pemkab Halsel baru sebatas sembako.
- Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan Safri Talib mendesak pemerintah segera memperbaiki rumah warga dan akan memanggil BPBD untuk meminta penjelasan terkait lambannya penanganan.
TRIBUNTERNATE.COM, BACAN - Pemkab Halmahera Selatan, Maluku Utara, tak kunjung memperbaiki puluhan rumah warga Kecamatan Pulau Makian yang rusak akibat bencana puting beliung pada Selasa 14 April 2026 lalu.
Dalam insiden tersebut, 53 unit rumah dilaporkan rusak. Di antaranya 49 unit rumah di Desa Rabutdaiyo, 1 unit rumah di Desa Dalam, 2 unit rumah di Desa Walo, dan 1 unit rumah di Desa Gorup.
Pemkab Halmahera Selatan hanya menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak pasca bencana.
Baca juga: Akhiri Masa Jabatan, Irjen Pol Waris Agono Letakkan Batu Pertama Gedung SPKT Polda Malut
Sementara berdasarkan data BPBD Maluku Utara, terdapat 26 kepala keluarga yang terdampak. Kemudian untuk rumah rusak kategori sedang tercatat 26 unit, dan 27 unit rusak ringan.
Ridwan R. Sarian, warga Desa Rabutdaiyo, mengungkapkan bahwa warga yang atap rumahnya rusak, terpaksa menggunakan terpal sebagai atap darurat.
Sebagiannya lagi meminjam seng bekas dari kerabat dan keluarga untuk dujadikan atap sementara.
"Tidak mungkin mereka mengungsi terus, jadi terpaksa pakai terpal. Ada yang pinjam seng. Kalau pemerintah baru kasih bantuan sembako," ungkap Ridwan, Selasa (28/4/2026).
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Halmahera Selatan, Safri Talib, mendesak pemerintah daerah segera melakukan puluhan rumah yang rusak tersebut.
"Kami dari Komisi III, meminta pemerintah hadir memperbaiki rumah-rumah yang rusak itu. Karena ini murni bencana alam," pintanya.
Safri juga menyesalkan sikap Pemkab Halmahera Selatan yang cenderung abai terhadap nasib 26 kepala keluarga di Pulau Makian pasca bencana puting beliung.
Baca juga: Dikbud Taliabu Meriahkan Hardiknas 2026 Lewat Lomba Antar Sekolah
Pasalnya, waktu terjadinya bencana alam tersebut sudah lebih dari dua pekan, namun tempat tinggal warga yang terdampak belum terjamin.
"Kami sangat menyayangkan hal ini. Oleh karena itu, kami akan panggil BPBD untuk tanyakan kenapa sampai mereka belum ambil langkah penanganan," pungkas politisi PKB tersebut.
Kepala BPDB Halmahera Selatan, Jakaruddin, saat dikonfirmasi secara terpisah via WhatasApp, tak merespons. (*)
| Pemprov Malut Sisir Tambang Galian C Ilegal di Halmahera Selatan |
|
|---|
| 180 Agen BSI di Halmahera Selatan Buka Layanan Rekening Tabungan Haji |
|
|---|
| Penyaluran BBM Nelayan di Halsel Diduga Tak Sesuai, PT Babang Raya Buka Suara |
|
|---|
| Harga Minyakita di Halmahera Selatan Naik, Kini Rp 22 Ribu per Liter, Cabai Rawit dan Telur Turun |
|
|---|
| Petahana Ditantang 3 Kandidat, Perebutan Ketua PKB Halsel Memanas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/rumah-puting-beliung-di-halsel.jpg)