Pemkab Halmahera Tengah
Sekkab Halmahera Tengah Bahri Sudirman Buka Rakor Lintas Sektor, Tekankan Sinergitas Pembangunan
Rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi, membangun sinergitas serta membahas berbagai kebijakan dan program pembangunan Halmahera Tengah ke depan
Penulis: Amri Bessy | Editor: Munawir Taoeda
Ringkasan Berita:1. Sekkab Halmahera Tengah Bahri Sudirman membuka secara resmi rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor, Rabu (29/4/2026)
2. Rakor melibatkan Camat, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Halmahera Tengah
3. Rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi, membangun sinergitas serta membahas berbagai kebijakan dan program pembangunan yang akan dilaksanakan hingga ke tingkat desa
TRIBUNTERNATE.COM, WEDA - Sekkab Halmahera Tengah, Maluku Utara Bahri Sudirman membuka secara resmi rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor, Rabu (29/4/2026).
Rakor melibatkan Camat, Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se Halmahera Tengah.
Rakor bertujuan untuk menyamakan persepsi, membangun sinergitas serta membahas berbagai kebijakan dan program pembangunan yang akan dilaksanakan hingga ke tingkat desa.
Dalam arahannya, Bahri Sudirman menegaskan bahwa rakor ini menjadi momen krusial.
Baca juga: Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kematian Tak Wajar di Halmahera Tengah
Di mana keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada solidaritas, komitmen, dan kerja sama seluruh unsur pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
"Keberhasilan pembangunan daerah tidak akan terwujud tanpa solidaritas, komitmen, dan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran pemerintahan sampai ke tingkat desa."
"Desa adalah ujung tombak sekaligus wajah dari keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan kita, "tegas Bahri Sudirman.
Bahri berharap, forum ini dapat menghasilkan rumusan langkah-langkah strategis yang menjadi pedoman bersama.
"Mari kita jadikan forum ini sebagai sarana evaluasi, koordinasi, serta penyamaan persepsi demi kemajuan Halmahera Tengah yang kita cintai, "imbuh Bahri Sudirman.
Untuk memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran, Bahri Sudirman menetapkan tujuh isu strategis yang menjadi acuan utama:
1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih tergolong rendah
2. Tingkat harapan hidup masyarakat yang perlu ditingkatkan
3. Rendahnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan inovasi
4. Keterbatasan infrastruktur, akses ekonomi dan konektivitas antarwilayah
Baca juga: Sekkab Halmahera Tengah Lepas 12 CJH, Tekankan Pentingnya Menjaga Nama Baik Daerah
5. Belum optimalnya pengelolaan potensi ekonomi daerah
6. Risiko bencana banjir serta pengelolaan persampahan yang belum berjalan dengan baik dan terpadu
7. Terbatasnya ketersediaan rumah layak huni bagi warga. (*)
| Pilkades 2026 Halmahera Tengah Berjalan Kondusif, 2 Desa Masih Proses Mediasi |
|
|---|
| Uji Coba WTP PT IWIP Berhasil, Warga Kota Weda Halmahera Tengah Segera Nikmati Air Bersih |
|
|---|
| Pantau Pilkades 2026, Bupati Halmahera Tengah Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan |
|
|---|
| Sambut Pilkades 2026, APDESI Halmahera Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| Hadiri HLM TPID-TP2DD di Ternate, Wabup Halteng Dorong Investasi dan Digitalisasi Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Rakor-lintas-sektor-di-Halmahera-Tengah.jpg)