Data BPS
Angka Ketimpangan Gender Malut 2025 Naik, Ini Penyebabnya
Indeks Ketimpangan Gender di Maluku Utara tahun 2025 tercatat sebesar 0,509, naik tipis dibanding tahun sebelumnya
Penulis: Sitti Muthmainnah | Editor: Sitti Muthmainnah
Ringkasan Berita:
- Indeks Ketimpangan Gender di Maluku Utara tahun 2025 tercatat sebesar 0,509, naik tipis dibanding tahun sebelumnya.
- Kenaikan ini dipengaruhi penurunan pada dimensi pasar tenaga kerja dan pemberdayaan perempuan.
- Data BPS Maluku Utara menunjukkan keterwakilan perempuan di legislatif menurun, begitu pula tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan yang ikut memicu kenaikan IKG.
TRIBUNTERNATE.COM – Indeks Ketimpangan Gender (IKG) di Maluku Utara pada tahun 2025 tercatat sebesar 0,509. Angka ini mengalami kenaikan tipis sebesar 0,001 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 0,508.
Berdasarkan rilis resmi BPS Maluku Utara yang disiarkan melalui kanal YouTube pada Selasa (5/5/2026), kenaikan IKG tersebut dipengaruhi oleh penurunan pada dua dimensi utama, yakni pasar tenaga kerja dan pemberdayaan.
Pada dimensi pemberdayaan, terjadi penurunan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif. Persentase anggota legislatif perempuan turun dari 28,91 persen pada 2024 menjadi 26,67 persen di tahun 2025.
Baca juga: Meski Terkendala Status, Pemprov Maluku Utara Siap Bangun Jalan 10 Km di Pulau Taliabu
Sementara itu, pada dimensi pasar tenaga kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Maluku Utara juga mengalami penurunan sebesar 0,69 poin, dari tahun sebelumnya menjadi 54,29 persen pada 2025.
Di sisi lain, terdapat perbaikan pada dimensi kesehatan reproduksi yang secara konsisten menunjukkan tren positif. Perbaikan ini ditandai dengan menurunnya risiko kesehatan reproduksi perempuan.
Jika dilihat pada tingkat kabupaten/kota, capaian IKG di Maluku Utara selama periode 2021–2025 menunjukkan tren perbaikan, meskipun masih terdapat disparitas antarwilayah.
Pada tahun 2025, Kota Ternate mencatat IKG terendah sebesar 0,301, diikuti oleh Kota Tidore Kepulauan sebesar 0,370 dan Kabupaten Pulau Morotai sebesar 0,495. Ketiga daerah ini memiliki capaian lebih baik dibandingkan rata-rata provinsi.
Namun demikian, tujuh kabupaten lainnya masih berada di atas angka IKG provinsi, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan ketimpangan gender antar daerah di Maluku Utara.
Baca juga: 6 Shio Paling Beruntung dan Makmur Besok Rabu 6 Mei 2026: Hoki Naga hingga Babi
Secara keseluruhan, terdapat enam kabupaten/kota yang mengalami penurunan ketimpangan gender. Kota Ternate menjadi daerah dengan penurunan paling signifikan, yang terutama dipengaruhi oleh perbaikan pada dimensi kesehatan reproduksi.
Hal ini terlihat dari menurunnya persentase perempuan usia 15–49 tahun yang dalam dua tahun terakhir melahirkan anak hidup terakhir tidak di fasilitas kesehatan (MTF), yang turun sebesar 0,129 poin dibandingkan tahun 2024.
BPS Maluku Utara menilai, meskipun terdapat perbaikan di beberapa indikator, peningkatan IKG pada tahun 2025 menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kebijakan yang mendorong peningkatan partisipasi perempuan, baik di sektor tenaga kerja maupun dalam pengambilan keputusan di ruang publik.
| Tingkat Hunian Hotel di Malut Februari 2026 Turun, Lama Menginap Ikut Menyusut |
|
|---|
| Inflasi Maluku Utara Maret 2026 Capai 2,56 Persen, Harga Ikan hingga Tarif Listrik Jadi Pemicu |
|
|---|
| Harga Melonjak, Inflasi Tahunan Maluku Utara Tembus 5,85 Persen per Februari 2026 |
|
|---|
| Luas Panen Menyusut, Produksi Padi Maluku Utara per 2025 Hanya 22.642 Ton GKG |
|
|---|
| Dari 668 Ribu Pekerja di Maluku Utara, Paling Banyak Bekerja di Lapangan Usaha Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/IKG-Malut-2025-89.jpg)