Sabtu, 2 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Ramadan 1447 H: 9 Amalan Sunnah Rasulullah SAW untuk Menyempurnakan Puasa

Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam tak hanya dituntut menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghidupkan sunnah Rasulullah SAW

Tayang:
The Peninsula Qatar
SUNNAH RASULULLAH - Ilustrasi sedekah. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat benteng spiritual. Para ulama menegaskan, mengamalkan sunnah Nabi bukan sekadar mengejar pahala, melainkan membangun kualitas ibadah yang lebih bermakna, Jumat (20/2/2026). 

TRIBUNTERNATE.COM – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam tak hanya dituntut menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghidupkan sunah Rasulullah SAW sebagai upaya menyempurnakan ibadah puasa.

Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat benteng spiritual. Para ulama menegaskan, mengamalkan sunnah Nabi bukan sekadar mengejar pahala, melainkan membangun kualitas ibadah yang lebih bermakna.

Berikut sejumlah amalan sunnah yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW selama Ramadan:

1. Menyegerakan Berbuka, Mengakhirkan Sahur

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk segera berbuka ketika azan Magrib berkumandang dan mengakhirkan sahur mendekati waktu Subuh.

Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Dr Imam Makruf, menjelaskan bahwa sunnah ini memberi kemudahan bagi orang yang berpuasa.

“Amalan yang dituntunkan Rasulullah SAW adalah menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur,” ujarnya.

Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan, umat Islam akan senantiasa berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Bahkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim ditegaskan bahwa di dalam sahur terdapat keberkahan.

2. Tidak Meninggalkan Sahur

Sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dan puasa ahli kitab. Rasulullah SAW menegaskan agar umatnya tidak meninggalkan sahur, meskipun hanya dengan seteguk air.

Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang yang makan sahur. Karena itu, sahur bukan sekadar persiapan fisik, tetapi juga bernilai ibadah.

3. Menghidupkan Malam dengan Istigfar

Dalam Al-Qur’an Surah Az-Zariyat ayat 17–18 disebutkan bahwa orang bertakwa sedikit tidur di malam hari dan memohon ampun di akhir malam.

Rasulullah SAW memperbanyak ibadah dan istigfar, terutama di sepertiga malam terakhir, waktu yang diyakini mustajab untuk berdoa.

4. Menjaga Lisan

Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga ucapan. Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa adalah perisai. Orang yang berpuasa diminta menghindari perkataan kotor dan pertengkaran.

Jika diajak berselisih, cukup mengatakan, “Saya sedang berpuasa.”

5. Tetap Berpuasa Saat Safar (Jika Mampu)

Meski Islam memberi keringanan untuk tidak berpuasa saat bepergian jauh, Rasulullah SAW tetap berpuasa dalam safar apabila mampu. Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi memberikan pilihan: berpuasa atau tidak, sesuai kemampuan.

6. Memperbanyak Sedekah

Rasulullah SAW dikenal paling dermawan, terutama di bulan Ramadan. Sedekah pada bulan ini memiliki keutamaan berlipat ganda karena menjadi sarana membersihkan harta sekaligus menguatkan empati sosial.

7. Memperbanyak Doa

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved