Ormat Menang Lelang Geothermal di Halmahera Barat, Celios: Status Perusahaan Israel
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menegaskan Ormat Technologies tetap merupakan perusahaan asal Israel
Ringkasan Berita:
- Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menegaskan Ormat Technologies tetap merupakan perusahaan asal Israel meski terdaftar di bursa Amerika Serikat.
- Penetapan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang proyek panas bumi di Halmahera Barat mendapat penolakan dari masyarakat adat Wayoli.
- CELIOS mendorong pemerintah mengevaluasi hingga membatalkan proyek Ormat serta membuka ruang tekanan investor global karena dinilai memiliki risiko reputasi dan geopolitik.
TRIBUNTERNATE.COM – Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, membongkar status perusahaan energi panas bumi Ormat Technologies yang terlibat dalam sejumlah proyek geotermal di Indonesia, termasuk di Maluku Utara.
Dalam diskusi bertajuk “Ketika Solidaritas Diuji: Board of Peace, Investasi Global, dan Konsistensi Sikap Indonesia terhadap Palestina” yang digelar secara daring, Minggu (29/3/2026) malam, Bhima menegaskan bahwa Ormat tetap merupakan perusahaan asal Israel, meskipun telah tercatat di bursa saham Amerika Serikat.
“Ormat ini perusahaan dari Israel yang seolah-olah dipelintir bukan dari Israel. Padahal berdiri di Yavne dan tercatat di Bursa Efek Tel Aviv,” ujarnya yang dilansir di Tribunnews.com
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Tingkat Lanjut Kelas 11 Halaman 10 11, Activity 6
Menurut Bhima, pencatatan saham di New York Stock Exchange sejak 2004 tidak mengubah identitas perusahaan tersebut.
“Kalau Telkom Indonesia tercatat di New York, apakah dia bukan lagi milik Indonesia? Tentu tidak. Jadi Ormat tetap perusahaan Israel,” tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM telah menetapkan PT Ormat Geothermal Indonesia sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tanggal 8 Januari 2026, serta diumumkan melalui surat Nomor 5.Pm/EK.04/DJE.P/2026 tertanggal 12 Januari 2026.
Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa PT Ormat Geothermal Indonesia menjadi pemenang lelang untuk pengembangan panas bumi di wilayah Telaga Ranu.
Namun demikian, Bhima turut mengkritik narasi yang menyebut energi panas bumi sebagai energi terbarukan dan bersih.
Menurutnya, secara substansi geotermal tetap masuk dalam kategori energi ekstraktif karena melibatkan aktivitas penambangan.
“Geotermal ini dipersepsikan sebagai energi terbarukan, padahal rezimnya adalah rezim pertambangan. Dia menambang untuk mendapatkan panas,” ujarnya.
Ia bahkan menilai arah pengembangan teknologi tersebut keliru jika tidak mempertimbangkan aspek lingkungan dan sosial secara menyeluruh.
CELIOS juga menemukan adanya paradoks antara gerakan boikot produk Israel dengan realitas perdagangan Indonesia.
Bhima menyebut, meskipun kampanye BDS semakin menguat, ekspor Israel ke Indonesia justru mengalami peningkatan.
“Data kami menunjukkan pada 2024 ekspor Israel ke Indonesia naik sekitar 10,4 persen,” ungkapnya.
| Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Soroti Tingginya Angka Putus Sekolah |
|
|---|
| Bupati Halmahera Timur Lantik Pejabat Baru, Tekankan Perbaikan Data dan Komunikasi Publik |
|
|---|
| Cuaca Maluku Utara Besok Selasa 12 Mei 2026, BMKG Prediksi Hujan Merata |
|
|---|
| 3 Berita Populer Malut: Sapi Kurban Prabowo untuk Ternate - 2 Siswa SMAN 5 Nekat Coba Bakar Sekolah |
|
|---|
| Cuaca Malut 11 Mei 2026: BMKG Prediksi Hujan Disertai Angin Kencang di Ternate, Tidore hingga Obi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Aktivitas-kegempaan-gunung-Ibu-di-Halmahera-Barat-menurun.jpg)