Ormat Menang Lelang Geothermal di Halmahera Barat, Celios: Status Perusahaan Israel
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menegaskan Ormat Technologies tetap merupakan perusahaan asal Israel
Lebih jauh, Bhima mengungkapkan bahwa penolakan terhadap proyek Ormat juga terjadi di sejumlah daerah, termasuk di Halmahera Barat.
Pada Oktober 2025, masyarakat adat di Wayoli secara resmi menyatakan penolakan terhadap proyek tersebut karena proses konsultasi dinilai tidak inklusif.
“Penolakan muncul karena konsultasi tidak dilakukan secara inklusif,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa setiap investasi seharusnya memenuhi prinsip Free Prior and Informed Consent (FPIC), yakni persetujuan masyarakat yang diberikan secara bebas, didahului, dan berdasarkan informasi yang memadai.
“Setiap investasi harus punya persetujuan dari masyarakat, tapi ini tidak terpenuhi,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, CELIOS mendorong langkah advokasi, termasuk melalui tekanan kepada investor global dengan mekanisme shareholder activism.
Bhima juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap proyek tersebut.
“Karena Ormat tercatat di New York Stock Exchange, investor bisa mengajukan resolusi karena ada risiko reputasi dan geopolitik,” jelasnya.
“Yang paling dekat di Indonesia adalah segera membatalkan investasi PT Ormat,” tegasnya.
Ia menambahkan, proyek Ormat tersebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti Sumatra Utara, Jawa Timur, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Maluku hingga Jawa Barat, dengan sejumlah proyek masih berada pada tahap eksplorasi.
Menurutnya, kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat gerakan penolakan.
“Selama masih tahap eksplorasi, ini momentum untuk kampanye besar-besaran menolak geotermal PT Ormat,” ujarnya.
Baca juga: Suasana Hangat Halal Bihalal ASN Pemprov Malut, Sarbin Sehe Ajak Tingkatkan Etos Kerja
Bhima juga menilai bahwa kekuatan gerakan akan semakin besar jika isu solidaritas Palestina, lingkungan, dan kebijakan ekonomi disatukan.
“Kalau ini disatukan, gerakannya akan menjadi besar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, gerakan BDS (Boikot, Divestasi, dan Sanksi) merupakan kampanye global non-kekerasan yang dimulai pada 2005 oleh aktivis Palestina untuk menekan Israel melalui boikot produk, penarikan investasi, serta sanksi internasional. (*)
| PLN Hadirkan Promo JUNIVAGANZA, Beli Token di PLN Mobile Dapat Bonus Voucher Listrik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Kadri Laetje Gerak Cepat, DKP Malut Siapkan 16 Agenda Pembenahan Sektor Perikanan |
|
|---|
| Kadikbud Malut Imbau Lulusan SMP Manfaatkan SPMB 2026 dengan Baik |
|
|---|
| Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PLN UIW MMU Gelar EVP Bersih Pantai di Ambon dan Masohi |
|
|---|
| PLN ULP Maba Sukses Kawal Keandalan Listrik Selama Rangkaian HUT Halmahera Timur 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/Aktivitas-kegempaan-gunung-Ibu-di-Halmahera-Barat-menurun.jpg)