Virus Corona
Sibuk Rawat Pasien Virus Corona, Tim Medis China Terpaksa Pakai Popok Dewasa
Dampak merebaknya virus Corona, tim medis di China mengaku harus memakai popok dewasa dalam tugasnya merawat pasien virus Corona.
TRIBUNTERNATE.COM - Merebaknya virus corona membuat banyak negara di dunia khawatir.
Bahkan petugas kesehatan yang bersinggungan langsung dengan pasien pun keteteran.
Merebaknya virus ini dikabarkan tim medis di China mengaku harus memakai popok dewasa dalam tugasnya merawat pasien virus Corona.
Pasalnya, mereka tidak punya waktu untuk pergi ke toilet. Mereka harus berjibaku menangani para pasien yang positif terinfeksi patogen mematikan itu, di tengah ribuan kasus yang muncul.
Berbagai video yang tidak bisa terkonfirmasi kebenarannya merebak di media sosial, menunjukkan suasana rumah sakit tempat pasien dirawat.
Dalam laporan media setempat, tim medis yang kelelahan tetap mengenakan pakaian hazmat mereka untuk merawat pasien positif virus corona.
Mereka menuturkan, pakaian itu membutuhkan waktu lama untuk bisa dilepaskan ketika mereka harus pergi ke toilet untuk buang hajat.
Seorang dokter di Rumah Sakit Union Wuhan di Weibo mengatakan, mereka memakai popok untuk orang dewasa demi mempersingkat waktu.
"Kami tahu bahwa pakaian perlindungan ini mungkin adalah hal terakhir yang kami pakai. Kami tak bisa membuang-buang waktu," ucapnya dilansir Daily Mirror, Minggu (26/1/2020).
Puluhan tewas
Presiden China Xi Jinping menyatakan, China terancam menghadapi 'suasana sedih' yang sudah merenggut kegembiraan perayaan Tahun Baru Imlek Sabtu (25/1/2020).
Sebabnya, virus dengan kode 2019-nCov (Novel Coronavirus 2019) itu sudah merenggut nyawa 81 orang, di mana sebagian besar korban terpusat di Provinsi Hubei.
Dengan lebih dari 2.700 yang sudah dilaporkan, Hong Kong kemudian mengumumkan keadaan darurat, membatalkan perayaan dan memperketat kunjungan ke daratan utama.
Hingga saat ini, terdapat 13 negara termasuk Negeri "Panda" yang mengumumkan kasus positif.
Di antaranya adalah AS, Australia, Kanada, hingga Vietnam.
• Kareena Kapoor Semprot Putri Iis Dahlia yang Rasis Bandingkan Artis India dan Korea: Jaga Ucapanmu!
• Video Pria Santuy Mandikan Bayi di Bagasi Jok Motor NMAX Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya
AS melalui Kementerian Luar Negeri menuturkan berencana mengevakuasi warganya menggunakan pesawat carteran keluar dari Wuhan, kota yang menjadi asal penyebaran virus corona.
Pernyataan yang sama juga disuarakan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.
Sementara Jepang juga memikirkan opsi mengeluarkan warganya dengan jalur darat.
Virus tersebut menjadi perhatian dunia karena disebut mirip Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS) yang membunuh ratusan orang pada 2002-2003. (Kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)
Arahan Kementerian Kesehatan RI
Sementara itu, hingga saat ini belum ada larangan penerbangan menuju dan dari China ke Indonesia, kecuali dari dan ke Kota Wuhan.
Kementerian Kesehatan RI menyarankan ke warga Indonesia untuk tidak berpergian sementara ke China untuk mengindari penularan virus corona.
Virus corona menyebabkan ribuan warga Wuhan terkena pneumonia.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihartono mengatakan, virus corono bisa dicegah asal tidak didekati.
"Tidak ada travel banned dan travel warning, tapi travel advisories supaya kalau tidak sakit, jangan dekat-dekat ke tempat penyakit," kata Anung Sugihartono.
• Tak Bisa Bahasa Inggris, Ketua Kesultanan Selaco Klaim Akrab dengan Barack Obama: Sering Chattingan
• Donald Trump Tawarkan Bantuan ke China untuk Kendalikan Virus Corona: Para Ahli Kami Luar Biasa!
"Sebanyak apapun (virus corona), kalau kita nggak ketemu ya nggak akan sakit," lanjut Anung Sugihartono di Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).
Ia mengingatkan, sampai saat ini belum ada kepastian cara penularan virus corona. Sebab virus ini masih baru.
Cara yang paling tepat saat ini adalah mengindari virus tersebut.
Selain tidak mengunjungi pusat virus, cara menghindari bisa juga tidak bersentuhan dulu dengan orang sakit yang dapat menularkan virus, misalnya menggunakan masker.
"Penularan virus corona belum diketahui. Tapi diduga lewat kontak langsung, udara. Kalau yang batuk bisa pakai masker. Kalau di dekat orang batuk, kita melindungi diri," kata Anung Sugihartono.
Terkait wabah pneumonia akibat virus corona yang terjadi di Wuhan, banyak yang menyerang saluran pernapasan sehingga gejalanya bisa berupa batuk kering sampai berat, demam kemudian sesak.
Langkah antisipasi paling tepat saat ini adalah menjaga imunitas tubuh, kebersihan, dan kesehatan.
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Saking Sibuknya Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis China Terpaksa Pakai Popok Dewasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pasien-yang-terinfeksi-virus-corona-di-rumah-sakit-jinyintan-wuhan.jpg)