Jumat, 24 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Dihantui Virus Corona, Perusahaan di Jepang Minta Pegawai Bekerja dari Rumah, Gereja Hentikan Misa

Masyarakat jepang dan kalangan pelaku industri di sana makin dihantui kekhawatiran meluasnya virus corona di negaranya.

Editor: Sansul Sardi
https://www.medscape.com/
Coronavirus 

TRIBUNTERNATE.COM - Meluasnya wabah virus corona ke berbagai daerah semakin menjadi momok menakutkan bagi masyarakat di dalamnya, salah satunya di negara Jepang.

Bahkan kini masyarakat jepang dan kalangan pelaku industri di sana makin dihantui kekhawatiran meluasnya virus corona ini.

Sejak kemarin puluhan perusahaan besar di Jepang sudah mengumumkan mengubah pola kerja karyawannya yang semula di kantor, mulai hari ini (26/2/2020) untuk bekerja dari rumah masing-masing karyawan.

“Kami menghentikan kerja di kantor sementara sampai pertengahan Maret 2020 dan semua teleworks, kerja di rumah pakai internet terhubung bersama,” ungkap Aomori seorang eksekutif di perusahaan elektronik Toshiba kepada Tribunnews.com Rabu ini (26/2/2020).

Umumnya semua perusahaan besar menghentikan kerja dari kantornya mulai akhir minggu ini dan sampai dengan pertengahan Maret 2020 masuk kantor lagi sambil melihat situasi kondisi wabah penularan virus Corona saat ini.

Pasien Virus Corona di Korea Selatan Dekati 1.000 Orang: Disinyalir Disebarkan Perkumpulan Ini

Viral, 3 Remaja di Singapura Ini Sengaja Ludahi Tombol Lift, Ingin Tularkan Virus Corona?

Perusahaan itu antara lain perusahaan telekomunikasi terbesar Jepang, NTT, Softbank dan sebagainya.

Kemudian juga perusahaan kosmetik Shiseido, perusahaan asuransi jiwa Orix dan berbagai perusahaan besar lainnya.

Total jumlah karyawan yang “dirumahkan” tersebut diperkirakan sedikitnya 100.000 orang mulai akhir Februari 2020 bekerja di rumah terhubung dengan internet komputer masing-masing. 

Kronologi Lengkap Pria Jepang Dilaporkan Positif Virus Corona Pasca Liburan ke Indonesia

Takut Terpapar Virus Corona, Kru Diamond Princess Janu Artika Ingin Segera Pulang ke Indonesia

Pihak Keidanren pun telah menyetujui hak tersebut sebagai bagian antisipasi penyebaran virus Corona lebih lanjut di Jepang.

Sementara itu di bidang agama Katolik, Kardinal Tokyo kemarin (25/2/2020) mengeluarkan pengumuman untuk menghentikan misa gereja dan berbagai kegiatan pengumpulan gereja mulai 27 Februari sampai dengan 14 Maret 2020 sebagai antisipasi virus Corona pula. (Tribunnews.com/Richard Susilo)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Warga Jepang Dihantui Corona, Perusahaan Minta Pegawai Bekerja dari Rumah, Gereja Hentikan Misa

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved