Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Gegara Hal Ini, Polisi di India Nekat Kampanyekan Bahaya COVID-19 Pakai Helm Bentuk Virus Corona

kepolisian India mengenakan helm berbentuk virus corona untuk melakukan sosialisasi tentang pembatasan sosial.

Editor: Sansul Sardi
ANI
Kepolisian Chennai, India mengenakan helm berbentuk Virus Corona untuk mengkampanyekan bahaya COVID-19 

TRIBUNTERNATE.COM - Segala macam cara dilakukan oleh pemerintah hingga penegak hukum untuk mensosialisasikan pencegahan penyebaran virus corona.

Dari cara ekstrem hingga cara halus terus dicoba untuk dilakukan.

Seperti baru-baru ini, kepolisian India mengenakan helm berbentuk virus corona untuk melakukan sosialisasi tentang pembatasan sosial dalam rangka memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Helm tersebut berwarna merah dengan 'duri-duri' tajam menyerupai ilustrasi virus.

Sebagaimana dilansir Outlook India, Sabtu (28/3/2020) kampanye lawan Virus Corona ini dilakukan oleh Kepolisian Chennai.

Ini dilakukan lantaran warga di India masih saja keluar rumah dengan bebas padahal sudah diberlakukan 'lockdown'.

Perdana Menteri India, Narendra Modi pada Selasa (24/3/2020) mengumumkan lockdown dan pembatasan sosial selama 21 hari.

Selama pemberlakukan lockdown, warga diminta untuk tetap berada di rumah.

Presiden Jokowi Beri Instruksi Baru Lawan Corona: Pembatasan Sosial Skala Besar hingga Darurat Sipil

Wabah Corona, Alberto Goncalves Rela Gajinya Dipotong 75 Persen Akibat Liga 1 Dihentikan

Namun masih saja ada warga yang bepergian di luar rumah.

Sebagai langkah untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya Virus Corona, Kepolisian Chennai membuat helm dengan bentuk virus corona.

Kepolisian Chennai, India mengenakan helm berbentuk Virus Corona untuk sosialisasi bahaya COVID-19
Kepolisian Chennai, India mengenakan helm berbentuk Virus Corona untuk sosialisasi bahaya COVID-19 (ANI)

Foto-foto yang diambil oleh fotografer ANI News Agency memperlihatkan bagaimana anggota kepolisian itu melakukan tugasnya di jalanan.

"Kami sudah berbicara kepada warga, tapi kesadaran mereka masih sangat rendah. Dari situlah kemudian kami berpikir untuk membuat sesuatu yang berbeda," kata Inspektur Rajesh Babu, anggota kepolisian yang mengenakan helm virus corona tersebut.

Kepada Outlook India ia menjelaskan bahwa helm itu sengaja didesain menyerupai virus corona supaya warga benar-benar tahu bagaimana bahayanya virus tersebut. Dengan begitu diharapkan warga semakin sadar pentingnya karantina di dalam rumah.

Di India sendiri, pada Senin (30/3/2020) ini tercatat sudah ada 1,071 kasus positif COVID-19.

Berdasarkan situs World Meters, ada penambahan 47 kasus positif dibandingkan hari sebelumnya. Sementara jumlah kematian di India saat ini mencapai 29 orang, dengan total pasien sembuh sebanyak 100 orang

Dampak lockdown di India

Terhitung mulai Selasa (24/3/2020) India memberlakukan lockdown hingga 21 hari ke depan.

Lockdown India mencakup negara-negara bagian, yakni dengan banyaknya perbatasan yang ditutup.

Imbasnya adalah pergerakan warga yang terbatas, dan operasional sebagian besar transportasi umum yang terhenti.

Di New Delhi, beberapa bus masih beroperasi tapi hanya mengizinkan pemegang izin pemerintah untuk naik.

Sementara itu polisi dan paramiliter menghentikan kendaraan pribadi yang melintas.

Beberapa negara bagian seperti Bengala Barat dengan populasi lebih dari 90 juta, me-lockdown kota-kota besar tetapi tidak di pedesaan.

Kereta api India juga membatalkan semua layanan kecuali kereta kota dan kereta barang sampai 31 Maret.

Penerbangan internasional sudah dilarang beroperasi sejak seminggu yang lalu, sementara sekolah, fasilitas hiburan dan monumen seperti ikon Taj Mahal telah ditutup.

UPDATE Sebaran Virus Corona di Indonesia Senin (30/3/2020): Ada Kasus Baru di Bangka Belitung

BREAKING NEWS: Tambah 129 Jumlah Kasus Virus Corona di Indonesia Jadi 1.414 per Senin (30/3/2020)

Selain pembatasan transportasi, India juga menutup perkantoran dan pabrik-pabrik.

Akibatnya banyak buruh kehilangan pekerjaan dan tidak punya cukup uang, karena upah mereka dibayar secara harian.

Dilansir dari AFP, para buruh ini tinggal di apartemen yang sempit, bekerja berjam-jam untuk beberapa dollar sehari, dalam kondisi yang kerap tidak aman tanpa jaminan sosial.

Menurut statistik pemerintah India, setiap tahun ada lebih dari 9 juta buruh dari pedesaan yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan.

Mereka biasanya melamar di bidang konstruksi atau pabrik-pabrik.

Dampak dari sangat terbatasnya transportasi umum, para pekerja migran memilih pulang jalan kaki.

Dari pantauan AFP pada Sabtu (28/3/2020) ribuan orang berjalan jauh pulang ke desanya.

Mereka juga hanya membawa sedikit uang dan makanan, karena restoran serta rumah makan tutup di sepanjang jalan.

"Daripada mati kelaparan, kami memutuskan untuk berjalan," kata Dilipji Thakor, seorang pekerja di pusat perbelanjaan Ahmedabad.

Kana Ram, seorang pejabat distrik di pos perbatasan negara bagian Rajasthan dan Gijarat, mengatakan ada 21.000 orang yang melintas pada Kamis (26/3/2020).

Kemudian pada Jumat dia menuturkan jumlahnya menurun signifikan, tapi masih terlihat sekitar 500 orang melintas per jam. (Tribunjogja.com/Mona Kriesdinar)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Unik! Polisi India Pakai Helm Virus Corona untuk Kampanye Bahaya COVID-19

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved