Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Donald Trump Klaim AS Akan Miliki Vaksin Virus Corona Akhir 2020

Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia yakin akan ada vaksin virus corona pada akhir tahun 2020 ini.

Editor: Sansul Sardi
AFP/SAUL LOEB
Presiden AS, Donald Trump. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan publik.

Sebab Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa ia yakin akan ada vaksin virus corona pada akhir tahun  2020 ini.

Jadwal itu lebih cepat dari proyeksi optimistis yang ditetapkan penasihat kesehatan masyarakat pemerintah AS.

"Kami sangat yakin bahwa kami akan memiliki vaksin pada akhir tahun," kata Trump seperti dilansir CNBC, Senin (4/5)

"Kami pikir kami akan memiliki vaksin pada akhir tahun ini, dan kami berusaha sangat keras,"tambah Trump.

Donald Trump Sejenak Mau Tinggalkan Urusan Covid-19 untuk Mulai Kembali Kampanye Pemilu AS

Muncul Lagi, Kim Jong Un Tertawa, Tersenyum, dan Merokok hingga Trump Simpan Sesuatu untuk Dikatakan

Pernyataan ini tampak lebih optimistis daripada perkiraan pejabat kesehatan masyarakat AS yang mengatakan, vaksin virus corona bisa memakan waktu setahun hingga 18 bulan.

Seperti diketahui, selama ini sering dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menemukan dan mengembangkan serta mendistribusikan sebuah vaksin.

“Kami mendorong jalur pasokan. Kami bahkan tidak memiliki vaksin final, "kata Trump.

Dia berkata, “saya kira, banyak perusahaan tutup,” mengutip nama pembuat farmasi Johnson & Johnson.

Johnson & Johnson, yang telah bermitra dengan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk memproduksi vaksin, mengatakan mereka berharap mendapatkan persetujuan untuk vaksin pada awal 2021.

Para peneliti di Universitas Oxford yang bekerja pada pengembangan vaksin mengatakan bahwa vaksin mereka, jika terbukti efektif, dapat didistribusikan secara luas pada bulan September.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan saat ini ada lusinan vaksin virus corona dalam pengembangan.

Anthony Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan bahwa vaksin dapat memakan waktu 18 bulan untuk berkembang, meskipun ia mencatat dalam wawancara dengan CBS News bulan lalu bahwa ada kemungkinan untuk memotong beberapa bulan lebih cepat.

"Tapi, kamu tahu, kamu tidak ingin terlalu janji.

Kita hanya harus melihat bagaimana kelanjutannya, "kata Fauci kepada CBS.

Donald Trump Klaim Miliki Bukti Covid-19 Berasal dari Laboratorium Wuhan China

Donald Trump Tuding China Akan Melakukan Segala Cara Agar Dirinya Kalah di Pilpres AS

Halaman
12
Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved