Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Rekam Jejak Kim Jong Un, dari Masa Kecil yang Pemalu hingga Dipuja seperti Tuhan di Korea Utara

Kim Jong Un bersekolah dengan nama palsu dan dilaporkan pemalu, meskipun dia terintegrasi dengan baik dengan siswa lain.

Editor: Sansul Sardi
KOMPAS.COM
Kim Jong Un 

TRIBUNTERNATE.COM - Masa kecil Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un masih membuat banyak orang penasaran.

Namun baru-baru ini, ada sebuah kabar yang menceritakan tentang masa sekolah Kim Jong Un.

Di mana Kim Jong-un dibesarkan bersama seorang kakak laki-laki dan seorang adik perempuan, dan ayahnya juga memiliki anak-anak lain dengan perempuan yang berbeda.

Bersama dengan anak-anak Kim Jong-il lainnya, Kim Jong-un dibesarkan di Swiss.

Dikutip Celebritynetworth.com, dia bersekolah dengan nama palsu dan dilaporkan pemalu, meskipun dia terintegrasi dengan baik dengan siswa lain dan menunjukkan hasrat untuk bola basket.

Menjelang tahun 2000, ia telah lulus dari sekolah menengah untuk kembali ke Korea Utara.

Setelah kembali, Kim Jong-un masuk Universitas Kim Il-sung, sebuah sekolah pelatihan perwira di ibu kota Pyongyang.

Kim Jong-un memperoleh dua gelar sebelum lulus pada 2007: satu di bidang fisika dan lainnya sebagai perwira Angkatan Darat melalui cabang militer sekolah.

Kim Jong-un saat kecil dibesarkan dalam kemewahan
Kim Jong-un saat kecil dibesarkan dalam kemewahan (VIA MIRROR)

Pada 2010, ia secara terbuka diperkenalkan kepada rakyat Korea Utara dan identitasnya terungkap sepenuhnya.

Ini juga merupakan tahun ketika ia secara resmi menjadi anggota Partai Buruh Korea Utara.

Kim Jong Un Dikabarkan Kirim Pesan Verbal ke Presiden China Xi Jinping, Apa Isinya?

Muncul Lagi, Kim Jong Un Tertawa, Tersenyum, dan Merokok hingga Trump Simpan Sesuatu untuk Dikatakan

Pemimpin baru

Pada awalnya, tidak ada yang mengharapkan Kim Jong-un untuk menjadi pemimpin baru Korea Utara.

Kakak laki-lakinya, Kim Jong-nam, adalah pilihan yang jelas sebelum dia kedapatan mencoba memasuki Jepang dengan paspor palsu. Dia diduga ingin mengunjungi Disneyland di Tokyo.

Setelah Kim Jong-nam mempermalukan rezim Korea Utara dengan tindakan ini, Kim Jong-un tampaknya menjadi favorit baru untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin bangsa.

Namun, Kim Jong-nam kemudian menyatakan bahwa menurut pendapatnya, dia diabaikan dan kemudian diasingkan karena dia kritis terhadap rezim dan menganjurkan reformasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved