Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Rekam Jejak Kim Jong Un, dari Masa Kecil yang Pemalu hingga Dipuja seperti Tuhan di Korea Utara

Kim Jong Un bersekolah dengan nama palsu dan dilaporkan pemalu, meskipun dia terintegrasi dengan baik dengan siswa lain.

Editor: Sansul Sardi
KOMPAS.COM
Kim Jong Un 

Kim Jong-un dan Presiden Trump memiliki hubungan hangat, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Sofitel Metropole Hotel, Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019).
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Sofitel Metropole Hotel, Hanoi, Vietnam, Rabu (27/2/2019). (AFP/SAUL LOEB)

Namun pemimpin Korea Utara itu masih menjadi sasaran kecaman keras Trump, setelah seorang siswa dari AS meninggal ketika dipenjara di Korea Utara.

Pertikaian lain adalah pengembangan senjata nuklir Korea Utara.

Pada 2018, Kim Jong-un bahkan mengambil langkah lebih jauh yang belum pernah terjadi sebelumnya, bertemu langsung dengan para pemimpin Korea Selatan dan Cina, serta dengan Presiden Trump.

Pada tahun-tahun berikutnya, pemimpin Korea Utara bertemu dengan Presiden Rusia Vladamir Putin.

Sebagai hasil dari pertemuan-pertemuan ini, ia berjanji untuk melucuti persenjataan nuklir Korea Utara dan mengejar perdamaian dengan negara-negara lain.

Dalam banyak kasus, ini adalah pertama kalinya para pemimpin dari berbagai negara secara pribadi bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara.

Doktrinasi sejak dini

Dikutip Intisari, diketahui semua orang jika kebebasan beragama adalah hal terlarang di Korea Utara.

Warganya hanya boleh menyembah sang pemimpin absolut atau Kim Jong-Un.

Kim jong-un di antara rakyat korea utara
Kim jong-un di antara rakyat korea utara ()

Ia disembah dan disebut sebagai Dewa atau Tuhan oleh orang-orang Korea Utara.

Rupanya anak-anak di Korea Utara telah didoktrin untuk memuja pemimpin mereka.

Kim Jong-Un sendiri telah berkuasa sebagai generasi ketiga dari generasi tersebut, dia dijuluki sebagai pemimpin tertinggi.

"Dari mereka kecil, kami sudah mendidik anak-anak untuk mengenal pemimpin besar dan pemimpin tertinggi," Kata Kang Sun Hui, Kepala Sekolah TK Sinuiju, di Korut.

"Hal yang paling penting adalah, anak-anak mengagumi partai dan pemimpin serta bangsa ini, lalu kami menyisipkan kesetiaan," tambahnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved