Rekam Jejak Kim Jong Un, dari Masa Kecil yang Pemalu hingga Dipuja seperti Tuhan di Korea Utara
Kim Jong Un bersekolah dengan nama palsu dan dilaporkan pemalu, meskipun dia terintegrasi dengan baik dengan siswa lain.
Kim Jong-un dan Presiden Trump memiliki hubungan hangat, yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun pemimpin Korea Utara itu masih menjadi sasaran kecaman keras Trump, setelah seorang siswa dari AS meninggal ketika dipenjara di Korea Utara.
Pertikaian lain adalah pengembangan senjata nuklir Korea Utara.
Pada 2018, Kim Jong-un bahkan mengambil langkah lebih jauh yang belum pernah terjadi sebelumnya, bertemu langsung dengan para pemimpin Korea Selatan dan Cina, serta dengan Presiden Trump.
Pada tahun-tahun berikutnya, pemimpin Korea Utara bertemu dengan Presiden Rusia Vladamir Putin.
Sebagai hasil dari pertemuan-pertemuan ini, ia berjanji untuk melucuti persenjataan nuklir Korea Utara dan mengejar perdamaian dengan negara-negara lain.
Dalam banyak kasus, ini adalah pertama kalinya para pemimpin dari berbagai negara secara pribadi bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara.
Doktrinasi sejak dini
Dikutip Intisari, diketahui semua orang jika kebebasan beragama adalah hal terlarang di Korea Utara.
Warganya hanya boleh menyembah sang pemimpin absolut atau Kim Jong-Un.

Ia disembah dan disebut sebagai Dewa atau Tuhan oleh orang-orang Korea Utara.
Rupanya anak-anak di Korea Utara telah didoktrin untuk memuja pemimpin mereka.
Kim Jong-Un sendiri telah berkuasa sebagai generasi ketiga dari generasi tersebut, dia dijuluki sebagai pemimpin tertinggi.
"Dari mereka kecil, kami sudah mendidik anak-anak untuk mengenal pemimpin besar dan pemimpin tertinggi," Kata Kang Sun Hui, Kepala Sekolah TK Sinuiju, di Korut.
"Hal yang paling penting adalah, anak-anak mengagumi partai dan pemimpin serta bangsa ini, lalu kami menyisipkan kesetiaan," tambahnya.