Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Arab Saudi Kembali Lockdown Jeddah Selama 15 Hari Gegara Kasus Baru Covid-19 Meningkat

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan lockdown kembali diterapkan di Jeddah selama 15 hari.

Tayang:
Editor: Sansul Sardi
Kompas.com
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNTERNATE.COM - Kota Jeddah di Arab Saudi kembali memberikan pengumuman terkait pencegahan virus corona di negaranya.

Di hal ini diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saud.

Pihak otoritas setempat mengumumkan Jeddah lockdown kembali diterapkan di Jeddah selama 15 hari.

Penetapan kembali lockdown dilakukan mulai Sabtu (6/6/2020), sebagai antisipasi melonjaknya kasus baru Covid-19 di kota itu.

Dengan demikian, jam malam akan diberlakukan di Jeddah lagi mulai pukul 15.00 hingga 06.00 keesokan harinya, dan masjid kembali ditutup.

Jeddah merupakan pintu masuk bagi umat Muslim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Kecuali di Mekkah, Mulai 31 Mei - 20 Juni 2020 Arab Saudi Izinkan Masjid Dibuka untuk Shalat Jumat

Soal Ibadah Haji 2020, Pemerintah Indonesia Minta Arab Saudi Segera Beri Kepastian Akhir Ramadan Ini

"Setelah meninjau situasi epidemiologis dan tingginya tingkat hunian perawatan inetnsif, diputuskan untuk mengambil tindakan pencegahan yang ketat di kota Jeddah selama dua minggu," demikian keterangan dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang dikutip kantor berita AFP.

Dilansir dari Arab News Sabtu (6/6/2020), pegawai kementerian, lembaga pemerintah, dan perusahaan swasta tidak diizinkan bekerja di kantor.

Restoran dan kafe juga ditutup lagi, kemudian perkumpulan maksimal dihadiri 5 orang.

Namun penerbangan domestik dan kereta api masih beroperasi, karena orang-orang masih bisa keluar masuk di luar jam malam.

Lalu untuk orang-orang yang dikecualikan dari pembatasan sebelumnya juga tetap dibebaskan dari pembatasan sekarang, asalkan selalu mematuhi prosedur yang berlaku.

Kemenkes Arab Saudi mengungkapkan, aturan-aturan ketat juga bisa kembali diterapkan di Riyadh usai dilonggarkan pada akhir Mei, jika terus terjadi peningkatan kasus corona dalam beberapa hari ke depan.

Kemendagri Arab Saudi menambahkan, jumlah pasien kritis virus corona di Riyadh sedang dipantau dan tindakan yang tepat akan diambil jika jumlah kasus meningkat seperti yang terjadi baru-baru ini.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan mengumumkan 2.591 kasus baru Covid-19 pada Jumat (5/6/2020).

Terdapat 31 kematian baru dan 1.651 pasien sembuh pada hari itu juga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved