Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kian Memanas, China Perintahkan AS Tutup Konsulat Chengdu Pekan Ini

China memerintahkan Amerika Serikat untuk menutup Konsulat di kota Chengdu pada Jumat (24/7/2020).

Editor: Sansul Sardi
AFP via TribunJogja.com
Sebuah grafiti Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping 

Bermalam di Houston, petugas pemadam kebakaran menuju ke Konsulat setelah asap terlihat.

Dua pejabat pemerintah AS mengatakan mereka memiliki informasi banyak dokumen sedang dibakar di sana.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan Konsulat beroperasi secara normal.

Kementerian mengatakan Washington telah mendadak mengeluarkan permintaan untuk menutup Konsulat pada hari Selasa dan menyebutnya sebagai "eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya."

"Kedutaan China di Washington telah menerima "ancaman bom dan kematian" karena "noda dan kebencian" yang dipancarkan oleh pemerintah AS," kata juru bicara Hua Chunying dalam kicauannya di Twitter.

"AS harus mencabut keputusan yang keliru," katanya.

"China pasti akan bereaksi dengan tindakan yang tegas."

Penguasa Partai Komunis di Beijing sedang mempertimbangkan menutup Konsulat AS di pusat kota Wuhan sebagai tindakan balasan, sebuah sumber dengan pengetahuan tentang hal itu mengatakan.

Ahli China mengatakan, negeri tirai bambu itu bisa juga menargetkan Konsulat AS di Hong Kong, Shanghai atau Guangzhou-- sesuatu yang bisa mengguncang bisnis Amerika.

Richard Grenell, yang menjabat sampai saat ini sebagai penjabat Direktur Intelijen Nasional AS, menyarankan Amerika Serikat dapat menutup Konsulat China di San Fransisco yang menjadi pusat teknologi.

"Ini yang paling dekat. Saya akan melakukan dua-duanya (Houston dan San Francisco) tetapi juga masuk akal untuk memulai dengan salah satu, "katanya kepada Reuters.

Keputusan di Houston terjadi menjelang pemilihan Presiden AS pada November 2020, di mana Trump dan saingannya dari Partai Demokrat, Joe Biden, telah menunjukkan sikap tegas terhadap China.

Berbicara pada kunjungan ke Denmark, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengulangi tuduhan tentang pencurian kekayaan intelektual Amerika Serikat dan Eropa oleh China.

Pompeo juga mengacu pada dakwaan Departemen Kehakiman AS pada Selasa (21/7/2020) terhadap dua warga negara China.

atas peran mereka dalam meretas komputer milik kontraktor pertahanan, peneliti Covid-19 dan ratusan korban lainnya di seluruh dunia.

Pihak berwenang AS mengatakan dua warga China atas nama Li Xiaoyu dan Dong Jiazhi mencuri desain senjata, informasi obat, kode sumber perangkat lunak, dan banyak lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved