Ledakan di Beirut
Presiden Lebanon: 2.750 Ton Amonium Nitrat Disimpan di Gudang Selama 6 Tahun
Libanon melaporkan ledakan besar di gudang pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8/2020) pukul 18.00 waktu setempat.
TRIBUNTERNATE.COM - Negara Lebanon tengah dirundung duka.
Di mana negara ini melaporkan ledakan besar di gudang pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8/2020) pukul 18.00 waktu setempat.
Ledakan di pelabuhan itu pun menimbulkan api yang membentuk awan jamur.
Presiden Lebanon, Michel Anoun mengatakan, ada 2.750 ton amonium nitrat disimpan secara tidak aman di gudang selama enam tahun terakhir.
• KBRI Sebut Ada 1.447 WNI Tinggal di Beirut, Mayoritas TNI
• 1 WNI Jadi Korban Ledakan di Beirut Lebanon, Menderita Luka Ringan, Dipastikan Kondisi Stabil
Dia menyatakan, keadaan darurat selama dua minggu harus segera diumumkan kepada masyarakat.
Aoun juga menetapkan masa berkabung pasca-ledakan yang menewaskan 78 jiwa dan menyebabkan 4.000 orang lainnya terluka.
Hari berkabung itu ditetapkan mulai Rabu (5/8/2020) hingga Sabtu (8/8/2020).
Dampak Ledakan Terasa hingga Istana Baabda
Mengutip CNN, ledakan yang mengguncang Beirut pada Selasa petang menimbulkan kerusakan besar pada Istana Baabda.
Kediaman resmi presiden Lebanon itu, menurut media Pemerintah Lebanon, turut terdampak besarnya ledakan.
Ledakan itu menghancurkan jendela lorong, pintu masuk, dan salon, demikian kantor berita Lebanon melaporkan, Selasa.
”Pintu dan jendela di beberapa sayap istana terlepas. Tidak ada yang terluka," NNA juga melaporkan.
• Presiden Lebanon Ungkap Dugaan Sumber Ledakan di Beirut dari Gudang Berisi Ribuan Ton Amonium Nitrat
• 73 Orang Tewas dan Ribuan Terluka akibat Ledakan Besar di Beirut, Lebanon
Guncangan Dirasakan di Siprus
Ledakan yang mengguncang Beirut pada Selasa sore terasa di pulau tetangga Siprus.
Menurut European-Mediterranean Seismological Center (EMSC), jaraknya sekira 240 kilometer jauhnya dari Lebanon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/ledakan-besar-terjadi-di-beirut-lebanon.jpg)